Site icon rakyatsumbar.id

Dukung BOM Run 2026, Sport Tourism Dinilai Punya Dampak Nyata bagi Padang

Ketua GOW Kota Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, alumni Ikasmantri angkatan 1990, Ketua Harian PB Ikasmantri Padang, Yulviadi Adek, Revdi Iwan Syahputra (Ikasmantri 1994) dan Adril Syukri (Ikasmantri 1996).

PADANG, Rakyat Sumbar — Dukungan terhadap pelaksanaan Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan alumni SMA Negeri 3 Padang (Ikasmantri). Dalam sebuah diskusi santai namun sarat gagasan, para alumni lintas angkatan membahas peran strategis olahraga dalam mendorong pariwisata dan penguatan UMKM melalui konsep sport tourism.

Diskusi tersebut menghadirkan Ketua GOW Kota Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, alumni Ikasmantri angkatan 1990, yang juga istri Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Hadir pula Ketua Harian PB Ikasmantri Padang, Yulviadi Adek, bersama Revdi Iwan Syahputra (Ikasmantri 1994) dan Adril Syukri (Ikasmantri 1996).

Dalam suasana obrolan yang cair, para alumni sepakat bahwa BOM Run 2026 memiliki potensi besar untuk menjadi event unggulan yang bukan hanya berorientasi olahraga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Ny. Sri Hayati Maigus Nasir menilai event olahraga berbasis partisipasi publik seperti BOM Run mampu menciptakan efek domino yang luas. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah akan menggerakkan sektor jasa, memperkuat promosi destinasi, serta memberi ruang tumbuh bagi UMKM lokal.

“Olahraga, pariwisata, dan UMKM itu satu ekosistem. Jika disatukan dalam event yang tepat, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sri Hayati dalam diskusi tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan komunitas, organisasi perempuan, serta pelaku usaha lokal agar BOM Run 2026 benar-benar menjadi agenda bersama yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Yulviadi Adek menyampaikan bahwa Ikasmantri melihat BOM Run sebagai ruang kontribusi nyata alumni bagi daerah. Alumni, menurutnya, memiliki jejaring, pengalaman, dan kepedulian yang dapat disinergikan untuk mendukung event-event strategis.

“BOM Run ini contoh bagaimana alumni bisa hadir, tidak hanya bernostalgia, tapi ikut mendorong program yang berdampak luas bagi kota dan masyarakat,” kata Yulviadi.

Pandangan senada disampaikan Revdi Iwan Syahputra dan Adril Syukri. Keduanya menilai BOM Run selaras dengan semangat blue ocean sport tourism, memanfaatkan keunggulan alam dan budaya Minangkabau sebagai daya tarik utama yang sulit ditiru daerah lain.

Menurut mereka, jika dikemas konsisten dan kolaboratif, BOM Run berpeluang menjadi agenda tahunan yang ditunggu, sekaligus memperkuat citra Padang dan Sumatera Barat sebagai destinasi wisata olahraga yang ramah dan berkarakter.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa keberhasilan BOM Run 2026 sangat bergantung pada sinergi lintas sektor—pemerintah, komunitas olahraga, alumni, pelaku UMKM, dan masyarakat. Dengan dukungan yang terus mengalir, BOM Run diyakini tidak hanya sukses sebagai event, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.(*)

Exit mobile version