Site icon rakyatsumbar.id

Cari Korban Galodo, Polisi Turunkan K9 

Tim SAR saat melakukan pencarian korban Galodo di Arosuka, Nagaro Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Tim SAR saat melakukan pencarian korban Galodo di Arosuka, Nagaro Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Padang, rakyatsumbar.id — Pencarian Agusra (59), korban yang masih hilang dalam bencana banjir bandang atau galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, mulai menemukan titik terang.

Tim SAR gabungan bersama Unit K9 Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat menemukan sejumlah barang pribadi yang diduga milik korban di kawasan belakang Kantor BKPSDM, Kompleks Perkantoran Bupati Solok.

Temuan tersebut diperoleh pada Kamis (24/09/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Barang-barang itu terdeteksi setelah anjing pelacak K9 melakukan penyisiran di kawasan tersebut.

Sejumlah barang yang ditemukan antara lain satu helai celana panjang katun berwarna hitam, dompet berisi identitas korban berupa KTP, STNK dan kartu BPJS serta uang tunai, sandal sebelah kanan, dan pecahan tutup kepala senter berwarna merah.

Temuan tersebut menjadi petunjuk baru bagi tim SAR untuk mempersempit area pencarian terhadap Agusra yang hingga hari keempat operasi masih dinyatakan hilang.

Direktur Samapta Polda Sumbar, AKBP Andre Anas, mengatakan temuan barang-barang tersebut menjadi petunjuk penting bagi personel untuk memaksimalkan pencarian di sekitar lokasi.

“Tim K9 kami bersama personel Subdit Gassum berhasil mendeteksi keberadaan barang-barang milik korban di sekitar lokasi perkantoran Bupati Solok. Saat ini fokus kami adalah memaksimalkan area tersebut dengan menyisir secara teliti,” ujar AKBP Andre Anas saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).

Barang-barang yang ditemukan untuk sementara disimpan oleh anak korban, Afilka Hazani (21), setelah diserahkan dari lokasi pencarian.

Sementara itu, operasi pencarian hari keempat terus dilakukan tim SAR gabungan dengan memperluas area penyisiran hingga sekitar 14 kilometer. Wilayah pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi SAR kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi wilayah pencarian ke sejumlah sektor.

“Tim SAR gabungan hari ini kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area operasi. Pencarian dibagi menjadi empat sektor untuk memaksimalkan penyisiran di sepanjang jalur yang diperkirakan terdampak material banjir bandang,” kata Abdul Malik.

SRU 1 menyisir sektor A di sekitar lokasi kejadian dengan panjang area sekitar 2,5 kilometer. SRU 2 bergerak di sektor B dengan cakupan sekitar 3,5 kilometer.

Kemudian SRU 3 melakukan penyisiran di sektor C sepanjang sekitar lima kilometer. Sementara SRU 4 menyisir sektor D dengan panjang area sekitar lima kilometer.

Operasi pencarian dipusatkan di Jorong Arosuko, Nagari Batang Barus, serta Jorong Linjuang Koto Tinggi, Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Solok pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 36 orang terdampak dalam kejadian tersebut. Sebanyak 34 orang berhasil selamat, satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Daffi Arrahman (21), warga Kayu Aro Aia Baliang. Sedangkan Agusra, warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguak, Kabupaten Solok, hingga kini masih dalam pencarian.

Sebanyak 639 personel dari berbagai unsur dikerahkan dalam operasi SAR. Mereka terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Unit Siaga SAR Tanah Datar, Unit Siaga SAR Solok Selatan, TNI, Polri, Brimob, BPBD, Satpol PP, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, PUPR, RAPI, Dishub, MDMC, Rumah Zakat serta masyarakat.

Berbagai peralatan turut digunakan, mulai dari rescue car, rescue carrier, rescue truck, excavator, peralatan SAR air dan mountaineering, peralatan evakuasi dan ekstrikasi, peralatan medis dan komunikasi, hingga drone termal.

Abdul Malik menegaskan, tim SAR gabungan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menemukan korban.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Semoga korban segera ditemukan dan seluruh rangkaian operasi dapat berjalan dengan aman serta lancar,” katanya. (mul)

Exit mobile version