Padang, rakyatsumbar.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak pada 104 kelurahan di Kota Padang pada 27-28 Februari 2026. GPM ini digelar bersama Bulog untuk menekan harga pangan.
“Kegiatan GPM ini sebagai upaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pangan pokok, terutama pada Ramadan ini, dan menekan inflasi,” kata Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram, saat Koordinasi persiapan pelaksanaan GPM serta sosialisasi digitalisasi pembayaran edukasi QRIS, di kantornya, jalan Sudirman, Padang, Senin, (23/2).
Ia melanjutkan, kenaikan harga pangan yang terjadi akibat permintaan meningkat sebenarnya hal wajar. Namun, kenaikan harga bisa membebani masyarakat.
“Harga kebutuhan pangan cenderung mengalami kenaikan karena tingginya permintaan selama Ramadan, sehingga bisa membebani masyarakat yang pendapatannya mungkin relatif menengah ke bawah,” ucap Majid.
Menurut Majid, GPM menyediakan komoditas pokok pangan seperti beras dan minyak goreng. Selain itu, juga tersedia komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah.
“Kami bekerja sama dengan Perum Bulog, sedangkan komoditas hortikultura kami pasok dari kelompok tani binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumbar,” ungkap Majid.
Ia menerangkan, pada GPM tersebut transaksi jual beli diarahkan secara non tunai melalui QRIS. Tujuannya untuk memudahkan pembayaran tanpa perlu ribet uang pecahan kecil.
“Kami berharap kegiatan GPM di kelurahan bisa bermanfaat buat masyarakat banyak,” pungkas Majid.
Kepala Perum Bulog Sumbar R. Dharma Wijaya mengatakan kebutuhan pasokan beras dan minyak goreng saat GPM tidak dibatasi.
“Beras dan minyak goreng berapa pun permintaannya akan kami penuhi, sedangkan stok gula pasir, disesuaikan dengan permintaan dari Pemerintah Kota Padang,” ucap Darma.
“Selain di Padang, GPM akan dilaksanakan di kabupaten/kota lain di Sumbar, khususnya di wilayah yang menjadi sampel penghitungan indeks harga konsumen, seperti di Dharmasraya, Pasaman Barat, dan Bukittinggi,” sebutnya.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan kegiatan GPM adalah dukungan luar biasa dari Bank Indonesia dan Bulog. Pemerintah kota harus menyikapi secara serius dan sungguh sungguh.
“Jangan sampai kegiatan ini tidak berjalan baik. Oleh karena itu, camat dan lurah supaya menyediakan tempat dan personel dalam kegiatan tersebut,” tuturnya.
Ia mengakhiri, kegiatan ini sebuah bentuk perhatian terhadap warga Padang agar mendapatkan harga pangan murah pada Ramadan dan Idulfitri.
“Titik lokasi GPM berada di masing-masing kelurahan, sebagai upaya mendekatkan pasokan pangan murah dengan masyarakat,” tutup Maigus. (byr)

