Site icon rakyatsumbar.id

Ketua KONI Sumbar: BOM Run 2026 Momentum Sinergi Olahraga, Prestasi, dan Sport Tourism

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat Hamdanus.

Padang, Rakyat Sumbar – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat Hamdanus, menilai rencana pelaksanaan Blue Ocean Minangkabau Run (BOM Run) 2026 yang rencanannya di helat Agustus mendatang sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem olahraga daerah, tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga dalam pengembangan sport tourism dan penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, event lari berskala besar kini tidak lagi dipandang semata sebagai kompetisi olahraga, melainkan telah berkembang menjadi instrumen promosi daerah yang efektif. Dengan pengemasan yang tepat, kegiatan olahraga mampu menarik kunjungan wisatawan, menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, hingga ekonomi kreatif.

“BOM Run 2026 harus ditempatkan sebagai ajang sinergi. Olahraga berjalan, prestasi tumbuh, pariwisata bergerak, dan ekonomi rakyat ikut berdenyut. Sumatera Barat punya semua modal itu,” ujar Ketua KONI Sumbar dalam pandangannya.

Ia menjelaskan, Sumatera Barat memiliki lanskap alam, kekayaan budaya, serta antusiasme masyarakat yang kuat terhadap olahraga rekreasi maupun kompetitif. Kombinasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mengembangkan sport tourism yang berkelanjutan.

Ketua KONI Sumbar secara khusus menyoroti keberhasilan Blue Ocean Minangkabau Run (BOM Run) yang digagas Pengurus Besar Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Padang (PB Ikasmantri) sebagai contoh konkret kolaborasi olahraga dan pariwisata.

BOM Run yang digelar dalam beberapa edisi terakhir berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai daerah, dengan rute yang menampilkan pesona alam pesisir dan kota Padang. Tak hanya menghadirkan kompetisi lari 5K, 10K hingga half marathon, BOM Run juga mengintegrasikan kegiatan UMKM, kampanye lingkungan, serta promosi destinasi wisata.

“BOM Run menunjukkan bahwa organisasi masyarakat seperti Ikasmantri mampu menjadi motor penggerak sport tourism. Ini praktik baik yang patut diperluas dan disinergikan dengan event nasional seperti BOM Run 2026,” katanya.

Ia menilai, keterlibatan komunitas, alumni, dan masyarakat sipil dalam event olahraga memberikan nilai tambah, karena menciptakan rasa memiliki sekaligus memastikan dampak kegiatan dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Prestasi dan Pembinaan Atlet

Selain dampak ekonomi dan pariwisata, Ketua KONI Sumbar menegaskan bahwa BOM Run 2026 juga harus memberi ruang bagi penguatan prestasi olahraga, khususnya cabang atletik. Event lari berskala besar dinilai dapat menjadi wahana kompetisi yang sehat sekaligus sarana penjaringan bibit atlet potensial.

“Event seperti ini membuka ruang talent scouting. Dari lomba-lomba terbuka, kita bisa melihat potensi atlet muda yang kemudian dibina lebih serius untuk menghadapi kejuaraan daerah, nasional, hingga multievent,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan agenda pembinaan KONI Sumbar dalam menyongsong berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 dan persiapan jangka panjang menuju level nasional.

Sinergi Lintas Sektor

Ketua KONI Sumbar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar BOM Run 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Peran BUMN, pemerintah daerah, komunitas olahraga, organisasi masyarakat seperti Ikasmantri, serta pelaku pariwisata harus terintegrasi sejak tahap perencanaan.

“Olahraga hari ini menuntut kerja bersama. Ketika semua pihak bergerak dalam satu visi, event seperti BUMN Run akan menjadi flagship event yang membawa manfaat jangka panjang bagi daerah,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, BOM Run 2026 diharapkan bukan hanya memperkaya kalender olahraga nasional, tetapi juga memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi sport tourism unggulan—daerah yang mampu menyatukan prestasi olahraga, keindahan alam, budaya, dan kekuatan masyarakatnya dalam satu gerak bersama.(*)

Exit mobile version