Site icon rakyatsumbar.id

Waspada Terhadap Risiko Akses Digital Ilegal

Suasana berfoto bersama saat Seminar Edukatif yang diselenggarakan HGI dengn Polda Sumbar, di Padang, Selasa, (12/5).

Padang, rakyatsumbar.id –Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar Kombespol Andry Kurniawan mengatakan aktivitas digital ilegal sangat berisiko terhadap masyarakat.

“Oleh sebab itu, masyarakat  harus meningkatkan kewaspadaan, karena aktivitas digital ilegal semakin mudah diakses melalui platform online,” kata Andry, saat Seminar Edukatif yang diselenggarakan HGI bersama Polda Sumbar, pada salah satu hotel di Padang, Selasa, (12/5).

Ia melanjutkan, risiko aktivitas digital ilegal tidak hanya berdampak terhadap ekonomi. Namun, juga berpotensi memicu kecanduan, gangguan mental.

“Bahkan, aktivitas digital ilegal juga bisa mengakibatkan tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan juga merugikan lingkungan sekitar,” ucap Andry.

Menurut Andry, masyarakat terutama generasi muda supaya lebih bijak dalam menggunakan platform digital.

“Selain itu, masyarakat jangan mudah terpengaruh terhadap aktivitas online yang menjanjikan keuntungan instan,” ungkap Andry.

Sementara itu, Perwakilan HGI Ray mengatakan industri digital dan platform online mempunyai tanggung-jawab membangun budaya penggunaan teknologi yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi muda.

“Kolaborasi dengan Polda Sumbar sebagai langkah penting untuk membangun ekosistem digital dan komunitas yang lebih sehat, edukatif, serta positif untuk masyarakat,” ujar Ray, pada kegiatan bertajuk, Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial  Aktivitas Digital Berisiko Bagi Generasi Muda.

Ahli Hukum Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Ryan Abdisa Sukmadja mengatakan ruang digital yang sehat membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, platform digital, komunitas, hingga masyarakat.

“Peningkatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat di era platform online. Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan,” pungkas Ryan. (byr/rel)

Exit mobile version