Padang, rakyatsumbar.id —Permintaan pencopotan Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, yang disuarakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, tampaknya belum mendapat lampu hijau dari Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Di tengah sorotan atas layanan air bersih yang dinilai belum optimal, Fadly Amran memilih bersikap hati-hati. Ditemui di sela peresmian sebuah showroom mobil di kawasan By Pass Padang, Selasa (27/01/2026), ia menegaskan bahwa pergantian pejabat tidak bisa dilakukan secara gegabah dan harus mengikuti prosedur yang berlaku.
“Kita tidak bisa melihat dari satu atau dua sisi kacamata saja. Masalah kekeringan ini berawal dari banjir bandang yang merusak instalasi PDAM Kota Padang,” ujar Fadly secara implisit menanggapi desakan pencopotan direksi.
Menurutnya, fokus utama saat ini bukan saling menyalahkan, melainkan memastikan pelayanan air bersih kembali normal. Ia menekankan pentingnya kerja bersama lintas sektor dalam menangani dampak kerusakan pascabanjir bandang.
“Tidak hanya Perumda Air Minum, Pemko ikut bekerja, provinsi juga, bahkan kementerian, untuk memaksimalkan pendistribusian air bersih kepada masyarakat,” ungkapnya.
Nada serupa juga disampaikan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion.
Ia menyebutkan bahwa Perumda Air Minum telah berupaya maksimal dalam menyalurkan air ke rumah-rumah warga. Meski belum sepenuhnya pulih, kondisi layanan dinilai terus membaik.
“Sekarang sudah sekitar 98 persen rumah warga kembali teraliri air dari Perumda Air Minum,” jelas Muharlion. Ia menambahkan, kunci utama saat ini adalah kolaborasi semua pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh.
Sebelumnya, Wali Kota Padang juga menjelaskan bahwa penanganan pelayanan air bersih darurat dikomandoi oleh Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton. Sebanyak 13 unit armada dari BPBD, Damkar, PU Balai, dan PMI dikerahkan setiap hari dengan rata-rata 30 kali ritase.
Setiap armada mampu menyuplai lebih dari 100 meter kubik air per hari bagi warga terdampak, di luar pelanggan tetap PDAM. Di sisi lain, Dinas Perkim tengah memvalidasi rencana pembangunan 212 titik sumur bor untuk memastikan status dan kesiapan lahan.
Menghadapi prakiraan BMKG yang menyebutkan nihil hujan dalam sepekan ke depan, Pemko Padang juga menyiapkan langkah strategis tambahan. Di antaranya penggunaan pompa berkapasitas 250–300 liter per detik di Irigasi Gunung Nago serta pemasangan pipa permanen guna menekan biaya operasional, terutama BBM. (edg)

