Site icon rakyatsumbar.id

Usai RUPS, Manajemen Semen Padang FC Langsung Tancap Gas

COO sekaligus Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey.

COO sekaligus Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey.

Jakarta, rakyatsumbar.id— Belum genap sehari setelah hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diumumkan, manajemen Semen Padang FC langsung menunjukkan keseriusannya menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026.

Tidak sekadar menyusun rencana di atas kertas, berbagai langkah konkret telah disiapkan untuk memastikan Kabau Sirah memasuki musim baru dengan persiapan yang lebih matang dibanding musim-musim sebelumnya.

Chief Operation Officer (COO) sekaligus Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey menegaskan, seluruh elemen klub kini bergerak cepat menyusun fondasi yang kuat, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.

Fokus utama yang ingin dicapai adalah membangun kesiapan tim secara menyeluruh demi mewujudkan target kembali ke Liga 1.

Menurut Moulevey, agenda pertama yang akan dilakukan adalah mempertemukan seluruh unsur manajemen dan tim kepelatihan dengan Ketua Dewan Penasihat Tim, Suhatman Imam. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (07/06/2026).

Setelah itu, pada Senin (08/06/2026), manajemen akan menggelar rapat perdana bersama tim pelatih. Pada hari yang sama, klub juga akan mengumumkan nama asisten pelatih yang akan membantu jajaran pelatih dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini.

“Pasca pengumuman hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat (05/06/2026) dari pihak manajemen sudah langsung mengambil langkah cepat mengenai persiapan untuk menghadapi Liga 2,” kata Braditi Moulevey, Sabtu (06/06/2026) dalam keterangan resminya.

Tidak berhenti di sana, kata Moulevey, manajemen juga mulai menyiapkan proses komunikasi dengan para pemain yang telah menyatakan kesediaan bergabung bersama Kabau Sirah.

Setelah tahapan tersebut selesai, klub akan memasuki fase penandatanganan kontrak pemain yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026.

Persiapan semakin intens menjelang akhir bulan. Pada 25 Juni 2026, seluruh tim direncanakan sudah memasuki mes yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan. Di lokasi yang sama, skuad Semen Padang FC juga akan memulai latihan perdana sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi.

Langkah-langkah tersebut disebut pria yang akrab disapa Levi itu sebagai bukti nyata keseriusan manajemen dalam menghadapi Liga 2. Karena itu, ia berharap dukungan dari seluruh masyarakat serta suporter Semen Padang FC yang berada di berbagai daerah.

Selain fokus membangun tim, manajemen juga berupaya memperkuat hubungan dengan basis pendukung klub. Dalam waktu dekat, jajaran pengurus berencana melakukan silaturahmi dengan kelompok suporter Semen Padang FC yang berada di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, kebersamaan antara manajemen, tim, dan suporter menjadi elemen penting dalam perjuangan mengembalikan Kabau Sirah ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Di sektor operasional, Braditi menyebut dirinya telah berkoordinasi dengan General Manager Deni Sulton terkait pusat aktivitas klub selama kompetisi Liga 2 berlangsung. Manajemen memutuskan bahwa kantor pusat (head office) tim akan berada di kawasan mes pemain di Ciputat.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan koordinasi dan komunikasi antara manajemen, pelatih, pemain, serta seluruh perangkat tim dapat berjalan lebih efektif tanpa kendala jarak.

Selain menata operasional, manajemen juga mulai melakukan inventarisasi terhadap karyawan Kabau Sirah yang saat ini bertugas di Padang. Sebagian di antaranya disiapkan untuk mendukung aktivitas tim di Jakarta dan kawasan mes selama kompetisi berlangsung.

Sementara itu, karyawan yang tetap bertugas di Padang akan fokus menyelesaikan sejumlah pekerjaan strategis, termasuk renovasi mes pemain dan pembenahan fasilitas latihan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas lapangan latihan. Levi menjelaskan bahwa rumput yang saat ini terpasang di Stadion Haji Agus Salim akan dipindahkan ke lapangan latihan setelah stadion menggunakan rumput baru.

Selanjutnya, rumput yang selama ini digunakan di lapangan latihan akan dipindahkan ke Lapangan Cubadak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas latihan yang dimiliki Semen Padang FC dalam menghadapi persaingan Liga 2.

Tak hanya pemain dan pelatih, perhatian juga diberikan kepada sumber daya manusia yang selama ini menjadi bagian dari Kabau Sirah.

“Manajemen tengah melakukan pendataan terhadap para karyawan yang berada di Padang dan siap diberangkatkan ke Jakarta atau mes tim selama Liga 2 berlangsung,” ucapnya.

Sementara bagi karyawan yang tetap bertugas di Padang, mereka akan menjalankan sejumlah pekerjaan penting yang berkaitan dengan pengembangan fasilitas klub. Salah satu fokus pekerjaan tersebut adalah renovasi mes pemain serta pembenahan sarana latihan.

“Rumput lapangan latihan akan diganti menggunakan kualitas yang setara dengan rumput stadion. Program peningkatan fasilitas tersebut akan dilakukan di Lapangan Cubadak,” ujar Levi.

Keseriusan manajemen juga terlihat dari persiapan kebutuhan operasional harian tim. Berbagai kebutuhan mulai dari perlengkapan latihan, sarana transportasi, hingga akomodasi pertandingan telah dipetakan sejak awal.

Manajemen bahkan telah menyusun skema menginap satu hari sebelum pertandingan kandang di kawasan Bekasi. Selain itu, armada bus untuk mobilitas tim dan kendaraan bagi para pemain juga sudah disiapkan.

“Semuanya sudah mulai bekerja dan efektifnya nanti kita harapkan juga setelah masuk mes seluruh karyawan juga sudah masuk beriringan dengan pemain yang masuk,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa secara non-teknis seluruh kebutuhan utama tim pada dasarnya telah disiapkan. Tahapan berikutnya tinggal menyusun dan menjalankan jadwal yang telah direncanakan.

Terkait komposisi skuad yang akan dibangun untuk menghadapi Liga 2, Moulevey menegaskan bahwa manajemen memberikan kewenangan penuh kepada pelatih kepala dalam menentukan kebutuhan pemain.

Menurutnya, seluruh proses perekrutan akan mengacu pada rekomendasi tim pelatih agar skuad yang terbentuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan strategi dan target yang ingin dicapai musim ini.

Meski demikian, manajemen memastikan dukungan penuh dari sisi pendanaan. Braditi menyebut anggaran yang disiapkan untuk menghadapi Liga 2 tergolong besar dan telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan tim secara maksimal. Dengan dukungan tersebut, manajemen optimistis proses pembentukan skuad dapat berjalan sesuai rencana.

“Untuk komposisi pemain kita serahkan keputusan untuk merekrut kepada pelatih kepala. Dan kita di manajemen meyakinkan anggaran yang kita sediakan cukup besar untuk kompetisi ini. Insya Allah kombinasi dari pemain senior, junior hingga pemain timnas akan kita rekrut,” katanya.

Dirinya juga menyinggung hasil risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas sejumlah kewajiban yang masih tertunggak dari periode manajemen sebelumnya.

Ia menegaskan, berdasarkan keputusan yang tertuang dalam risalah RUPS, penyelesaian kewajiban tersebut menjadi tanggung jawab manajemen lama.

Menurutnya, proses penyelesaian berbagai kewajiban yang masih tersisa saat ini terus berjalan dan ditargetkan rampung sebelum tahapan pendaftaran pemain untuk kompetisi Liga 2 dimulai.

Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh proses administrasi klub dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu persiapan tim dalam menyongsong musim baru.

“Berdasarkan risalah RUPS, mengenai kewajiban yang tertunggak pada manajemen yang lalu merupakan tanggung jawab manajemen yang lama dan ditargetkan selesai semuanya sebelum pendaftaran pemain dimulai,” katanya.

Dengan adanya kepastian tersebut, manajemen saat ini dapat lebih fokus pada agenda utama pembentukan tim dan persiapan kompetisi. Di sisi lain, penyelesaian kewajiban yang masih tertunggak diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola klub yang lebih profesional dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan Semen Padang FC menuju Liga 2 musim 2026.

Menariknya, Semen Padang FC juga mencoba belajar dari berbagai pengalaman musim sebelumnya. Salah satu perubahan yang akan diterapkan adalah sistem pembayaran gaji pemain menggunakan payroll.

Dengan mekanisme tersebut, manajemen berharap persoalan keterlambatan pembayaran gaji yang pernah menjadi perhatian pada musim-musim sebelumnya tidak lagi terjadi.

“Untuk musim ini, belajar dari pengalaman musim-musim lalu, untuk gaji pemain kami menggunakan payrol, sehingga tidak ada lagi keterlambatan gaji,” pungkas Levi.

Di tengah berbagai persiapan yang terus berjalan, Braditi Moulevey kembali meminta dukungan penuh dari seluruh suporter dan pendukung Semen Padang FC.

Manajemen berharap kebersamaan seluruh elemen klub dapat menjadi energi tambahan bagi Kabau Sirah untuk bangkit dan mewujudkan target besar kembali ke Liga 1. (*)

Exit mobile version