Site icon rakyatsumbar.id

UNP Kembali Wisuda 1.395 Lulusan, Krismadinata: Gelar Akademik Bukanlah Akhir Perjalanan

Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D saat menyerahkan ijazah wisudawan pada Wisuda ke-144 hari pertama, Senin (24/08/2026).

Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D saat menyerahkan ijazah wisudawan pada Wisuda ke-144 hari pertama, Senin (24/08/2026).

Padang, rakyatsumbar.id — Sebanyak 1.395 lulusan Universitas Negeri Padang (UNP) resmi menyandang gelar akademik dalam Wisuda ke-144 periode Agustus 2026. Digelar selama dua hari, 24–25 Agustus 2026, di Auditorium UNP, momentum wisuda menjadi penanda berakhirnya satu fase pendidikan sekaligus awal dari perjalanan baru bagi para lulusan.

Pada hari pertama, Senin (24/08/2026), UNP mengukuhkan 694 lulusan dari berbagai jenjang dan fakultas. Mereka terdiri atas 122 lulusan S2 dan S3 Pascasarjana serta sejumlah fakultas, 309 lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 87 lulusan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), 108 lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), dan 68 lulusan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK).

Dibalik prosesi pengukuhan dan penyerahan ijazah, tersimpan perjalanan panjang yang telah dilalui para wisudawan.

Bagi Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum untuk merefleksikan perjuangan sekaligus menatap masa depan.

“Hari wisuda merupakan titik penting dalam kehidupan para lulusan. Wisuda bukan sekadar tanda bahwa mahasiswa telah menyelesaikan studi, tetapi menjadi kesaksian atas perjalanan yang telah ditempuh, berbagai proses yang telah dilalui, serta harapan yang terus menyertai para lulusan,” ujar Krismadinata dalam pidatonya, Senin (24/8).

Menurutnya, keberhasilan memperoleh gelar akademik tidak boleh menjadi titik berhenti bagi lulusan untuk terus belajar dan berkembang. Dunia yang terus berubah membutuhkan pribadi yang mampu beradaptasi, menghadirkan gagasan baru, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Karena itu, Rektor UNP menitipkan pesan agar para lulusan menjadikan ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan sebagai bekal untuk mengambil peran yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Lulusan diharapkan terus tumbuh sebagai insan pembelajar, pemimpin masa depan, inovator, dan penggerak perubahan yang tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus mencerminkan harapan UNP terhadap para alumninya. Gelar akademik diharapkan tidak hanya menjadi simbol pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi sumber kekuatan untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

UNP berharap para lulusan mampu membawa karakter yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. Mereka diharapkan dikenal sebagai pribadi yang cerdas pikirannya, baik budi pekertinya, tangguh langkahnya, serta luas manfaatnya.

Rangkaian Wisuda ke-144 hari pertama juga diisi dengan penyerahan Surat Keputusan Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin kepada Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNP. Kehadiran program studi tersebut menjadi bagian dari dinamika pengembangan akademik UNP dalam menjawab kebutuhan pendidikan dan perkembangan masyarakat.

Wisuda ke-144 juga menjadi bagian dari komitmen UNP dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Bagi 1.395 lulusan yang diwisuda pada periode ini, hari wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. Ijazah yang diterima menjadi tanda bahwa satu tahapan telah dituntaskan, sementara dunia di luar kampus menanti langkah berikutnya.

Dari Auditorium UNP, para lulusan membawa pulang lebih dari sekadar gelar. Mereka membawa ilmu, pengalaman, nilai-nilai kemanusiaan, dan harapan untuk menjadi bagian dari perubahan—sebagaimana pesan Rektor: terus belajar, berani berinovasi, memimpin dengan nilai, dan menghadirkan manfaat seluas-luasnya. (edg)

Exit mobile version