Site icon rakyatsumbar.id

UNP Hadirkan Paving Berpori, Kurangi Genangan Air di SMPN 1 Pasaman

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) menghadirkan mesin cetak paving blok di SMP Negeri 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) menghadirkan mesin cetak paving blok di SMP Negeri 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

Padang, rakyatsumbar.id— Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Profesi Insinyur, Fakultas Teknik (FT), memproduksi 400 buah paving block berpori untuk membantu mengurangi genangan air di lingkungan SMP Negeri 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

Inovasi ini diharapkan menjadi solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan daya serap air hujan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.

Program tersebut dilaksanakan melalui skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) dengan tajuk Pemberdayaan Sekolah melalui Pembuatan dan Penerapan Paving Block Berpori untuk Mengurangi Genangan Air di SMPN 1 Pasaman.

Kegiatan ini diketuai Dr. Ir. Fadhilah, S.Pd., M.Si., IPM, dengan melibatkan tim dosen lintas keahlian, mahasiswa Program Profesi Insinyur serta SMPN 1 Pasaman sebagai mitra pengabdian.

Tim dosen yang terlibat dalam program ini terdiri atas Dr. Eng. Ir. Nevy Sandra, ST., M.Eng, Prof. Dr. Sukardi, MT, Dr. Ir. Ari Syaiful Rahman Arifin, ST., MT, Prof. Dr. Ir. M. Giatman, M.SIE, Dr. Ali Basrah Pulungan, ST., MT., IPU, Ir. Riko Maiyudi, MT, Dr. Ir. Heri Prabowo, ST., MT, Dr. Ir. Mulya Gusman, ST., MT, Ir. Yoszi Mingsi Anaperta, ST., MT, Rizto Salia Zakri, ST., MT serta Dr. Ir. Bambang Heriyadi, MT.

Kolaborasi ini mengintegrasikan keahlian akademik, penerapan teknologi tepat guna, dan pemberdayaan warga sekolah untuk menjawab persoalan lingkungan secara berkelanjutan.

Ketua tim pengabdi, Dr. Ir. Fadhilah, S.Pd., M.Si., IPM, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengatasi persoalan genangan melalui penerapan sistem perkerasan yang memungkinkan air hujan meresap ke dalam tanah.

“Penerapan paving block berpori ini merupakan upaya menghadirkan teknologi tepat guna untuk mengurangi genangan air sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga sekolah,” ujarnya saat ditemui di kampus UNP, Rabu (14/10/2026).

Fadhilah mengatakan, berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi dengan pihak sekolah, sejumlah area di SMPN 1 Pasaman berpotensi mengalami genangan.

Titik-titik tersebut meliputi halaman utama, koridor pejalan kaki menuju ruang kelas, area parkir, hingga akses kendaraan.

Kondisi permukaan yang relatif datar, kemiringan lahan yang belum seragam, saluran tepi yang tersumbat sedimen dan sampah daun serta terbatasnya area resapan menjadi faktor yang menyebabkan air hujan tertahan di titik-titik rendah.

Menurutnya, persoalan genangan tidak hanya mengganggu kelancaran aktivitas belajar mengajar, tetapi juga meningkatkan risiko warga sekolah terpeleset, mempercepat kerusakan permukaan dan menambah kebutuhan pemeliharaan sarana dan prasarana.

“Karena itu, tim pengabdi memilih pendekatan pengendalian limpasan langsung di sumbernya melalui pemasangan paving berpori dan penataan lapisan pendukung,” jelasnya.

Ia menerangkan, paving block berpori berbeda dari perkerasan konvensional yang cenderung kedap air. Paving jenis ini memiliki rongga yang memungkinkan air hujan melewati permukaan, kemudian masuk ke lapisan agregat di bawahnya.

Air selanjutnya ditampung sementara sebelum meresap ke tanah dasar atau dialirkan secara terkendali.

“Sistem ini diharapkan dapat mengurangi volume limpasan permukaan, mempercepat surutnya genangan, dan mengurangi beban saluran drainase di sekitar lokasi,” paparnya.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi telah melakukan pengukuran lapangan sebagai dasar perancangan kebutuhan perkerasan, dilanjutkan dengan perancangan campuran dan produksi paving berpori. Berdasarkan laporan kemajuan kegiatan, sebanyak 400 buah paving telah diproduksi.

Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai karena produk masih harus melalui pemeriksaan kesiapan, mobilisasi ke sekolah, penyiapan lokasi, pemasangan dan pengujian fungsi sebelum program dinyatakan tuntas.

Selain menghadirkan solusi fisik, program ini juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas warga sekolah agar teknologi yang diterapkan dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.

Guru, siswa, serta pengelola sarana dan prasarana akan diarahkan untuk memahami proses produksi, pemasangan, pengendalian mutu dan pemeliharaan paving berpori.

Tim juga merencanakan penyusunan prosedur operasi dan pemeliharaan (SOP), pembentukan tim pemeliharaan sekolah, serta pendampingan untuk mencegah penyumbatan pori akibat debu, sedimen, dan material organik.

 

Fadhilah menyebutkan, kemajuan keseluruhan kegiatan telah mencapai 100 persen. Kemudian pihaknya melakukan pemasangan, evaluasi fungsi, pendampingan, hingga serah terima hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Tim juga melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemasangan untuk menilai perubahan luas dan durasi genangan serta laju infiltrasi permukaan. Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah paving yang diproduksi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dihasilkan di lapangan,” ungkapnya.

Melalui program PIPN ini, UNP berharap paving block berpori dapat menjadi model pengelolaan genangan yang adaptif dan ramah lingkungan serta dapat diterapkan di sekolah lain. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pendidikan berkualitas, air bersih dan sanitasi yang layak, permukiman berkelanjutan serta penanganan perubahan iklim. (edg)

Exit mobile version