Site icon rakyatsumbar.id

Tradisi Badoncek Sasar Pembiayaan JKN di Padangpariaman

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis bersama Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, ST., MT.  

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis bersama Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, ST., MT.  

‎Padangpariaman, rakyatsumbar.id –Tradisi Badoncek yang sudah merupakan budaya turun temurun bagi masyarakat Padangpariaman kini sebarannya terlihat semakin luas saja, bahkan mulai menyasar pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional atau (JKN).

Terkait hal itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, ST., MT memberikan apresiasi terhadap inovasi sumber pendanaan filantropi melalui perantau yang mendukung pembiayaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat kurang mampu.

Seperti terungkap dalam kegiatan di Puskesmas Batu Basa, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Sabtu (22/08/2026), dihadiri Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji beserta jajaran, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, kepala perangkat daerah, BPJS Padang Pariaman dan Padang, unsur Forkopimca, Camat, Wali Nagari, serta para donatur dan tokoh perantau.

Menurutnya, tradisi badoncek yang diwujudkan dalam bentuk pembiayaan iuran BPJS Kesehatan merupakan contoh nyata kepedulian sosial yang patut menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

‎”Kami melihat langsung bagaimana pemerintah daerah, nagari, dan para perantau mampu menghadirkan solusi melalui tradisi badoncek untuk membantu masyarakat mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. Ini adalah inovasi sosial yang sangat baik dan layak menjadi contoh bagi daerah lainnya,” ujar Setiaji.

‎Ia juga optimistis berbagai langkah strategis yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman akan mempercepat tercapainya Universal Health Coverage.

‎Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa budaya gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat Padangpariaman tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dunia usaha, dan para perantau diharapkan terus berkembang sehingga cita-cita menghadirkan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Padangpariaman dapat segera terwujud.

Bupati tak luput menyampaikan apresiasinya kepada pihak BPJS Kesehatan yang selama ini terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam upaya memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional. Ia mengakui bahwa Padangpariaman masih berupaya mengejar target Universal Health Coverage (UHC), sehingga diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak.

‎”Atas nama Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang begitu peduli terhadap masyarakat kami. Kami terus berusaha agar Padangpariaman segera mencapai UHC, dan salah satu langkah nyata adalah melalui gerakan kepedulian para perantau seperti yang kita laksanakan hari ini,” ujar Bupati.

‎Bupati menjelaskan, selain menggalang dukungan dari para perantau, pemerintah daerah juga tengah mendorong perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)

‎Selain menggalang dukungan dari para perantau, pemerintah daerah juga tengah mendorong perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Di samping itu, pemerintah juga mengupayakan pemanfaatan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD agar dapat diarahkan mendukung pembiayaan kepesertaan JKN masyarakat.

‎Tidak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui berbagai media, baik pemasangan baliho maupun kampanye di media sosial, guna meningkatkan kesadaran pentingnya membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri.

‎Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Makcik H. Sagi bersama para perantau Kecamatan IV Koto Aur Malintang yang selama kurang lebih dua tahun terakhir secara konsisten bergotong royong membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

‎”Hari ini terdapat 13 donatur yang berasal dari kalangan dokter dan pengelola klinik. Mereka secara konsisten bergotong royong bersama pemerintah daerah membantu masyarakat. Alhamdulillah, gerakan ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 2.200 jiwa. Semoga semangat ini dapat ditiru oleh kecamatan lainnya karena selain menjadi amal ibadah, manfaatnya juga sangat besar bagi masyarakat,” ungkapnya. (ris)

Exit mobile version