Padangpanjang, rakyatsumbar.id– Komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan terus diperkuat oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padangpanjang.
Melalui kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padangpanjang, berbagai pihak terkait menggelar rapat koordinasi untuk membahas tindak lanjut pelaksanaan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan, Jumat (05/06/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padangpanjang dihadiri oleh Kepala Disdikbud Nasrul, Kabid Pendidikan dan Kebudayaan Sofyani, Kepala Rutan Padangpanjang Novri Abbas beserta jajaran, Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Remon, serta perwakilan PKBM Iftitah dan PKBM Maqarazul Qur’a.n
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Rutan Kelas IIB Padangpanjang dengan Disdikbud Kota Padangpanjang dalam upaya memenuhi hak pendidikan warga binaan melalui program Pendidikan Nonformal Paket Kesetaraan.
Dalam paparannya, Kepala SKB Kota Padangpanjang Remon menjelaskan, program pendidikan kesetaraan dapat dilaksanakan melalui pembelajaran tatap muka yang dipadukan dengan metode tutorial dan kegiatan keterampilan.
Namun demikian, penerapan kurikulum perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan peserta didik di lingkungan pemasyarakatan
“Kurikulum yang diterapkan nantinya akan lebih difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter sebagai bekal penting bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” jelas Remon.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan bagi wargabinaan untuk memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi juga membangun kemampuan dasar dan karakter positif yang dapat menunjang proses reintegrasi sosial mereka.
Sebagai langkah lanjutan, seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk menggelar rapat teknis dan persiapan pembelajaran pada jumat mendatang guna mematangkan mekanisme pelaksanaan program pendidikan kesetaraan di lingkungan Rutan Padangpanjang.
Karutan berharap melalui sinergi ini bisa memberikan layanan yang optimal terhadap wargabinaan sehingga bisa menjadikan wargabinaan lebih produktif dan siap kembali ke tengah masyarakat nantinya.
“Melalui sinergi antara Rutan, Disdikbud, SKB, dan lembaga pendidikan masyarakat, diharapkan layanan pendidikan bagi warga binaan dapat berjalan optimal sehingga mampu menciptakan pribadi yang lebih berdaya, produktif dan siap kembali berkontribusi di tengah Masyarakat,” tutup Novri. (ned)

