Padang, rakyatsumbar.id–Suasana Masjid Darul Ishlah, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, terasa berbeda pada Minggu (15/2/2026). Sejak pagi, jamaah memadati halaman masjid, menyatu dalam semangat menyambut bulan suci melalui rangkaian kegiatan Tahrib Ramadan 1447 Hijriah.
Di tengah kebersamaan itu, Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, hadir menyapa masyarakat. Bagi Ketua Fraksi PKS tersebut, Tahrib Ramadan bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial. Ia menegaskan, kegiatan yang berlangsung sejak 13 hingga 15 Februari 2026 ini menjadi ruang edukasi, pemberdayaan, sekaligus penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya tentang menyambut Ramadan. Ini tentang membangun kesiapan lahir dan batin, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan yang digelar pun mencerminkan semangat itu. Mulai dari Tabligh Akbar yang menyejukkan hati, edukasi kesehatan dan keluarga yang mencerahkan wawasan, hingga bazar UMKM yang menggerakkan ekonomi warga. Tak hanya itu, panitia juga menyediakan pasar murah dengan 600 paket sembako bersubsidi, membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
Kepedulian sosial turut mewarnai kegiatan ini. Donasi dikumpulkan dari jamaah, bahkan dari anak-anak, untuk membantu para penyintas bencana hidrometeorologi di Kecamatan Pauh. Semangat berbagi itu menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah tentang empati dan kebersamaan.
Sebagai Sekretaris Masjid Darul Ishlah Kubang, Rafdi juga menaruh perhatian pada pembinaan generasi muda. Tiga anak yang paling rajin salat subuh berjemaah mendapat hadiah tas sekolah sebagai bentuk apresiasi.
Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian dari aktivasi Program Smart Surau Pemerintah Kota Padang—upaya membangun karakter religius sejak dini.
Kegiatan Tahrib Ramadan tersebut secara resmi ditutup oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana mempersiapkan diri secara spiritual, mental, dan sosial dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Hadir pula Camat Pauh Titin Masfetrin, tokoh masyarakat, serta para jamaah yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Kebersamaan yang terjalin selama tiga hari itu menjadi gambaran bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang membangun kekuatan kolektif umat.
Di Masjid Darul Ishlah, Tahrib Ramadan tahun ini tak sekadar menjadi tradisi. Ia menjelma menjadi gerakan—menguatkan iman, memberdayakan masyarakat, dan menyalakan harapan menjelang datangnya bulan penuh berkah. (edg)

