Pariaman,Rakyat Sumbar – Anggota Fraksi Partai PKS DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, menggelar acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Pariaman yang dihadiri oleh kader-kader Partai PKS dari berbagai usia dan latar belakang. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader tentang pentingnya empat pilar kebangsaan yang menjadi dasar kuat bagi persatuan dan kesatuan Indonesia.
Dalam sambutannya, Nevi Zuairina menekankan bahwa empat pilar kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan pedoman yang harus dijaga dan diterapkan oleh seluruh elemen bangsa, terutama oleh para kader partai politik yang turut serta dalam membangun negeri.
Menurutnya, pemahaman yang mendalam mengenai empat pilar kebangsaan akan membentuk karakter bangsa yang solid dan mampu menghadapi tantangan global.
“Sosialisasi ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tapi juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen kita sebagai bangsa yang satu. Kader PKS harus paham betul bahwa perjuangan kita adalah untuk menjaga dan menerapkan nilai-nilai luhur bangsa, termasuk menghargai keberagaman yang ada di Indonesia,” ujar Nevi Zuairina.
Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Bagi Kader PKS
Sosialisasi ini dihadiri oleh lebih dari seratus kader PKS dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman, dengan rentang usia yang beragam. Khususnya bagi kader muda, acara ini menjadi kesempatan penting untuk menggali lebih dalam pemahaman mengenai landasan negara yang harus dijaga.
Khodijah (45 tahun), seorang kader senior PKS, menyatakan bahwa acara ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran diri sebagai warga negara yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Sosialisasi seperti ini sangat baik untuk kami sebagai kader yang sudah lama bergabung di PKS. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melupakan pentingnya Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan hukum kita. Tapi, dalam acara ini, saya jadi merasa lebih bertanggung jawab untuk meneruskan semangat kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Khodijah dengan penuh semangat.
Pencerahan Bagi Kader Muda
Budi (22 tahun), seorang kader muda yang baru bergabung dengan PKS, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini memberikan pencerahan baru mengenai empat pilar kebangsaan. Menurutnya, meskipun pemahaman tentang empat pilar sudah diajarkan di sekolah, namun acara ini memberikan perspektif yang lebih luas dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya baru pertama kali mengikuti acara seperti ini, dan saya merasa sangat terinspirasi. Ternyata, memahami empat pilar kebangsaan itu tidak hanya tentang teori, tetapi bagaimana kita bisa menerapkannya dalam berinteraksi dengan sesama, menjaga toleransi, dan berperan aktif dalam masyarakat,” ujar Budi.
Menurut Budi, acara ini juga menjadi pengingat untuk terus menjaga semangat kebangsaan yang sudah teruji dalam sejarah Indonesia. “Kita harus terus menjaga persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan global. Indonesia adalah negara besar yang kaya akan keberagaman, dan kita harus belajar hidup dalam perbedaan,” tambah Budi.
Harapan Kader PKS
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi terbuka, yang memberikan ruang bagi para kader untuk menyampaikan pendapat dan harapan mereka mengenai peran PKS dalam memperkuat kebangsaan.
Sebagian besar kader berharap agar kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat persatuan.
Sebagai penutup, Nevi Zuairina mengajak seluruh kader untuk terus mengamalkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam politik.
“Kita semua memiliki peran penting untuk menjaga dan memperkuat nilai-nilai luhur yang ada di dalam empat pilar kebangsaan. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki dan memperkuat kesatuan bangsa, dan kader PKS adalah garda terdepan dalam perjuangan ini,” pungkas Nevi.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para kader PKS di Kota Pariaman semakin siap untuk menjalankan peran mereka sebagai agen perubahan yang berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara.(fwi)

