Site icon rakyatsumbar.id

SMAN I Nan Sabaris Komit Incar Perguruan Tinggi Favorit

Kepala SMAN I Nan Sabaris, Zulkifli terlihat tengah memantau pendistribusian MBG di sekolah tersebut.

Kepala SMAN I Nan Sabaris, Zulkifli terlihat tengah memantau pendistribusian MBG di sekolah tersebut.

Padangpariaman, rakyatsumbar.id—Program Makan Bergizi (MBG) di lingkungan SMAN I Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman sejauh ini terlihat berjalan tertib dan lancar. Para siswa juga terlihat cukup antusias menikmati setiap menu yang disajikan.

Demikian pula pelibatan sejumlah guru di sekolah itu juga tampak aktif membagikan dan mengumpulkan omprengan MBG yang baru saja digunakan para siswa.

Di pihak lain, guna memastikan keamanan dan kelancaran pendistribusian paket MBG di sekolah itu juga tidak terlepas dari pengawasan pihak sekolah, tidak terkecuali pengawasan langsung dari kepala sekolahnya, Zulkifli,S.Pd,M.Pd.

“Alhamdulillah sejauh ini program MBG di sekolah kita berjalan aman dan lancar, dimana seluruh anak bisa mendapatkan porsinya masing-masing, sesuai dengan ketentuan yang ada,” terang kepala SMAN I Nan Sabaris Zulkifli, saat berbincang di ruang kerjanya.

Ditegaskannya, secara keseluruhan jumlah penerima manfaat dari program MBG di sekolah yang dipimpinnya itu mencapai 900 orang lebih, untuk itulah tentunya perlu pengawasan lebih agar pendistribusiannya berjalan lancar seperti di harapkan. Begitu pula halnya untuk keamanannya.

Di pihak lain, selaku kepala sekolah, pihaknya bersama seluruh tenaga pendidik yang ada di sekolah ini juga terus berupaya meningkatkan kualitas akademik para siswa. Hal itu sangat beralasan, karena sesuai karakteristik sekolah SMA, tentunya diharapkan bisa lebih banyak lagi tamatan sekolah ini diterima di perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi pavorit yang ada.

“Alhamdulillah, pencapaian dan prestasi anak kita untuk bisa menembus jenjang perguruan tinggi menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya. Ke depannya kita tentu bertekad hendaknya bisa lebih banyak lagi tamatan sekolah kita yang diterima di berbagai perguruan pavorit, baik perguruan tinggi pavorit di pulau Sumatera maupun perguruan tinggi pavorit yang ada di pulau Jawa lainnya.

Diakuinya, dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu akademik peserta didik yang ada di SMAN I Nan Sabaris, maka sistim pendidikan di SMAN I Nan Sabaris  tidak hanya diarahkan mengolah atau mengembangkan potensi raga atau kemampuan intelegensi para peserta didik saja, tapi lebih dari itu juga diarahkan untuk fokus mengolah jiwa peserta didik yang ada.

“Kan ada ungkapan, bangunlah jiwanya bangunlah raganya, jadi kedua hal itu mestinya harus diolah dan dibangun secara berbarengan, jadi tidak cukup hanya mengolah satu bagiannya saja, tapi harus mencakup pembinaan jiwa  dan raganya,” ungkapnya.

Sebab, selain kemampuan intelegensi, karakter dan budi pekerti yang baik bersumber dari jiwa anak juga mestinya juga harus bagus, sehingga barulah pendidikan itu disebut berhasil membangun jiwa dan raga menuju manusia yang seutuhnya.

“Sebab karakter itu sendiri kan sumbernya dari jiwa atau hati manusia, makanya untuk bisa mewujudkan manusia seutuhnya, potensi itu mestinya harus bisa digali dan diolah dengan baik,” imbuh Zulkifli.

Demikian pula, setiap anak juga memiliki bakat bawaan dan potensi terpendam  dalam dirinya. Baik itu berupa keunggulan bakat atau talenta, kemampuan intelegensi dan akhlaq dan budi pekerti yang baik, yang bersumber dari hati dan jiwa yang bersih dan ikhlas.

Karena itulah, sudah menjadi kewajiban bagi para tenaga didik untuk bisa menggali serta membangkitkan semua potensi tersebut.

“Jadi kan sesuai konsep pendidikan saat ini, dimana pendidikan itu mesti berbasis peserta didik, jadi setiap peserta didik harus dilihat berdasarkan bakat dan kemampuannya masing-masing. Apakah mereka misalnya unggul dalam bidang akademik atau bidang bakat minat atau yang lainnya,” sebutnya.

Namun agar kedua potensi itu bisa bangkit dan berkembang secara optimal tentunya harus dilandasi pembinaan jiwa atau budi pekerti yang baik yang bersumber dari hati yang berada dalam jiwa manusia .

Barulah setelah itu bidang akademik atau keunggulan talenta tertentu yang dimiliki anak akan mengikut dan bisa berkembang dengan sendirinya.

Untuk mewujudkan semua itu, pihaknya berupaya mengarahkan agar para guru atau tenaga pendidik agar bisa menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati.

“Karena, kalau hati dan jiwa kita telah ikhlas, serta berusaha menjiwai setiap pengabdian dengan sepenuh hati dan jiwa, tentunya semua tidak lagi terasa menjadi beban, melainkan wujud dari pengabdian yang tulus untuk membangun potensi anak bangsa menuju manusia seutuhnya,” imbuhnya.

Untuk itulah, tenaga pendidik mestinya harus mendidik dengan hati, serta segenap hati dan jiwa. Disamping itu dalam mendidik juga harus menjiwai profesinya dengan sepenuh hati. (ris)

Exit mobile version