Site icon rakyatsumbar.id

Sentuhan di Penghujung Ramadan: 200 Anak Yatim dan Fakir Miskin Terima Santunan dari Tokoh Masyarakat Supayang

Penyerahan santunan kepada fakir miskin dan anak yayim dari tokoh msayarakat Supayang

Penyerahan santunan kepada fakir miskin dan anak yayim dari tokoh msayarakat Supayang

Solok, rakyatsumbar.id—Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan pembagian santunan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin yang digelar di Masjid Baiturahman Nagari Supayang, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Minggu malam (15/03/2026).

Kegiatan dengan tema Tebarkan Kebahagiaan dengan Silaturahmi untuk Meraih Berkah Ramadan menjadi momentum berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 anak yatim dan fakir miskin menerima santunan. Masing-masing anak yatim dan fakir miskin mendapatkan bantuan yang sudah dikemas dalam sebuah amplop, yang diberikan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian tokoh masyarakat dan ketua Pemuda Nagari Nagari Supayang.

Kegiatan sosial yang berlangsung dengan penuh kesederhanaan itu, dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan, Pengurus Masjid Baiturahman.

Selain itu, hadir pula warga yang ikut menyaksikan langsung penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Pemuda Nagari Supayang Rusli, menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan agenda kepedulian yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan dan sekaligus dalam rangka bertasyakur atas segala nikmatnya.

Menurutnya, berbagi kepada anak-anak yatim bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang.

“Alhamdulillah, hari ini masih bisa mengadakan acara santunan anak yatim. Mudah-mudahan kedepan bisa istiqomah memberikan santunan kepada anak yatim sesuai dengan perintah agama untuk peduli terhadap anak yatim piatu. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan mereka, sekaligus membawa kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini, ” ucap Rusli yang akrab disapa Suli.

Rusli mengatakan, kegiatan santunan anak yatim piatu ini merupakan bentuk kepedulian tokoh masyarakat Supayang terhadap sesama yang mana momentum tahun ini memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan fakir miskin.

“Kegiatan santunan ini merupakan salah satu bentuk kepeduliannya terhadap sesama dan juga sebagai bentuk rasa syukur kehadirat Allah SWT. Alhamdulillah, hari ini bisa memberikan santunan kepada  200 anak yatim. Mudah-mudahan ini bisa menuntun kita semua pada sebuah perubahan,” tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa Ia akan senantiasa memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat yang ada disekitarnya.

Untuk diketahui, selain menyerahkan bantuan kepada anak yatim piatu dan fakir miskin, Rusli juga menyerahkan bantuan lima ekor sapi kepada pengurus masjid untuk disembelih sebelum hari rayan idul Fitri 1447H.

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengapresiasi inisiatif tokoh masyarakat dan pengurus masjid yang terus menjaga tradisi berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai sosial dan keagamaan yang sangat tinggi, karena tidak hanya memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Momentum Ramadan memang menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Apa yang dilakukan oleh tokoh masyarakat Nagari Supayang bersama pengurus Masjid Baiturahman ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi berbagai pihak lainnya untuk turut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim dan fakir miskin yang memerlukan perhatian dan dukungan.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di masjid semakin terasa khidmat. Anak-anak yatim dan fakir miskin yang menerima santunan tampak sumringah. Senyum mereka menjadi pemandangan yang menyejukkan hati, seolah menjadi pengingat bahwa di balik bantuan yang mungkin sederhana, tersimpan harapan besar bagi masa depan mereka.

Bagi masyarakat Nagari Supayang, Rusli yang akrab disapa Suli tidak asing lagi. Di bawah naungan masjid, nilai-nilai kebersamaan dan empati tumbuh subur, memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Di senja Ramadan yang perlahan meredup, kegiatan tersebut meninggalkan pesan sederhana namun bermakna: bahwa kebahagiaan sejati sering kali lahir dari kepedulian dan tangan-tangan yang tulus berbagi kepada sesama. (wel)

 

 

Exit mobile version