Padang, Rakyat Sumbar — Semangat kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan dengan mengibarkan Sang Merah Putih. Bagi PT Semen Padang, semangat tersebut harus diwujudkan dengan menjaga dan membesarkan perusahaan yang telah menjadi bagian dari sejarah bangsa selama 116 tahun.
Pesan itu disampaikan Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Indarung, Senin (17/8).
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan perusahaan yang mengenakan pakaian adat khas Minangkabau. Hadir Direktur Operasi Andria Delfa, Komisaris Utama Wery Darta Taifur, Komisaris Ilham Aldelano Azre dan Reisya S, serta ratusan karyawan dan petugas keamanan.
Dalam amanatnya, Pri Gustari mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan dan pengorbanan para pahlawan sekaligus meneruskan semangat tersebut melalui kontribusi nyata di sektor industri nasional.
“Kegiatan upacara ini bukan soal peringatan HUT RI saja, tetapi momentum mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, PT Semen Padang bukan sekadar perusahaan yang berbicara mengenai pabrik, produksi, penjualan maupun target RKAP. Perusahaan yang berdiri sejak 1910 itu merupakan aset penting dan warisan nasional yang telah melewati berbagai zaman, bahkan berdiri jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
“Kita berbicara tentang aset bangsa dan warisan nasional yang telah melewati berbagai zaman dan transformasi. Bagi kita insan PT Semen Padang, wujud perjuangan itu adalah menjaga, mempertahankan, dan membesarkan perusahaan,” tegasnya.
Pri Gustari mengatakan, semangat HUT ke-81 RI yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” juga menjadi pijakan dalam menentukan arah bisnis perusahaan.
Bagi Semen Padang, kata dia, berdaulat berarti perusahaan mampu berdiri dengan kekuatan sendiri. Adil diwujudkan melalui tata kelola, kesempatan dan tanggung jawab yang baik. Sedangkan makmur berarti perusahaan tumbuh sehat dan mampu memberikan manfaat bagi karyawan, keluarga, masyarakat, negara, serta seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, semangat tersebut harus diterjemahkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Kita harus bekerja lebih solid, disiplin, inovatif, dan cepat,” katanya.
Memasuki usia 116 tahun, Semen Padang menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks. Persaingan pasar menuntut perusahaan untuk bergerak lebih cepat, efisien dan adaptif.
Pri Gustari menegaskan, usia panjang bukan alasan bagi perusahaan untuk berhenti berinovasi.
“Semen Padang boleh semakin tua usianya, tetapi tidak boleh tua semangatnya. Kita harus tetap muda dalam berpikir, cepat bergerak, berani mengambil keputusan, kuat menghadapi tantangan, dan solid dalam bekerja sama,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh insan perusahaan untuk merebut kembali kepercayaan pasar, memperkuat daya saing dan menjaga seluruh aset perusahaan dengan sebaik-baiknya.
“Mari kita buktikan bahwa Semen Padang mampu menjadi bagian penting dari Indonesia yang semakin berdaulat, maju dan makmur,” tegas Pri Gustari.
Pri Gustari juga menyinggung transformasi bisnis yang telah dijalankan sejak 2025 sebagai upaya memperkuat daya saing dan keberlanjutan perusahaan.
Memasuki 2026, transformasi tersebut terus berlanjut dengan tanggung jawab dan tuntutan kerja yang semakin besar.
Namun, ia mengingatkan transformasi tidak boleh berhenti pada perubahan proses dan struktur organisasi.
“Transformasi tidak boleh berhenti pada perubahan proses dan struktur, tetapi harus menghasilkan produktivitas dan daya saing yang lebih baik,” katanya.
Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kinerja lebih baik, efisiensi, optimalisasi aset, inovasi, penguatan sumber daya dan hasil yang nyata.
Ia menyebutkan, kinerja perusahaan tercatat mencapai 140,7 persen dibandingkan RKP dan 111,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara laba bersih mencapai 138 persen dari RKP dan melonjak 393,9 persen dibandingkan tahun lalu. Dari sisi COGM, pencapaiannya mencapai 106,8 persen dari RKP dan 103,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Pri Gustari, angka tersebut patut disyukuri, namun tidak boleh membuat seluruh insan perusahaan terlena.
“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kita telah melakukan banyak hal dengan baik, namun sekaligus mengingatkan bahwa perjuangan kita masih belum selesai. Kita patut bangga, tetapi tidak boleh berpuas diri,” ujarnya.
Ia menyebut masih banyak hal yang harus diperkuat, mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi, pengendalian biaya, optimalisasi sumber daya domestik, mempertahankan kinerja ekspor, hingga memastikan setiap aset memberikan kontribusi optimal.
“Masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan. Mari jadikan sisa tahun 2026 sebagai momentum untuk mempercepat kebangkitan,” katanya.
Hingga Juni 2026, produksi clinker PT Semen Padang tercatat sekitar 2,2 juta ton, atau 91,6 persen dari RKAP dan 92,4 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara produksi semen mencapai sekitar 2,6 juta ton.
Capaian tersebut menjadi modal untuk terus memperkuat produksi, penjualan dan optimalisasi aset di tengah transformasi bisnis yang sedang berjalan.
Pri Gustari menegaskan, target perusahaan bukan hanya menutup 2026 dengan kinerja yang baik, tetapi membangun fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi persaingan di masa depan.
“Perusahaan tidak hanya harus bertahan, tetapi harus tumbuh semakin kompetitif dan tetap menjadi kebanggaan bangsa,” tegasnya.
Semangat perjuangan itu turut terasa dalam rangkaian upacara. Peringatan HUT RI ke-81 di lingkungan PT Semen Padang juga diisi pementasan teater kolosal siswa Semen Padang School bertajuk “Dari Indarung untuk Indonesia”.
Kegiatan kemudian ditutup dengan apresiasi Direktur Utama PT Semen Padang atas keberhasilan penyelenggaraan Sportalympic 2026, sekaligus prosesi penurunan bendera kejuaraan kompetisi.
Bagi Pri Gustari, perjalanan 116 tahun Semen Padang harus menjadi pijakan untuk menatap 100 tahun berikutnya.
“PT Semen Padang ke depannya harus lebih giat lagi, mempunyai nilai kompetitif yang lebih kuat dalam persaingan pasar dan juga lebih efisien. Kita harapkan pabrik yang sudah berusia 116 tahun ini sampai 100 tahun ke depan tetap menjadi perusahaan yang kokoh dan berguna untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.(mul)

