Padang, rakyatsumbar.id — Rektor Universitas Andalas (UNAND) Efa Yonnedi membekali 7.623 mahasiswa baru dengan resep sederhana untuk menaklukkan dunia perkuliahan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Pesan itu disampaikan Efa saat memberikan sambutan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dikemas melalui rangkaian Bimbingan Aktivitas Kampus dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) UNAND 2026 di Auditorium UNAND, Senin (10/8).
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Efa menegaskan bahwa kuliah bukan sekadar mengejar ijazah. Masa perkuliahan harus dimanfaatkan untuk membangun kompetensi, karakter, pengalaman, jejaring hingga keberanian mengambil peluang.
“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak awal. Mereka harus tahu setelah mengikuti program studi yang dijalani, akan menjadi apa dan untuk bisa sukses harus mempersiapkan apa saja,” ujar Efa.
Menurutnya, ada sejumlah bekal penting yang harus mulai dibangun mahasiswa sejak semester pertama.
Bekal pertama adalah prestasi akademik. Efa meminta mahasiswa berusaha memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebaik mungkin.
Meski IPK bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, capaian akademik tetap menjadi salah satu fondasi penting untuk membuka berbagai peluang, termasuk beasiswa, pertukaran mahasiswa maupun kesempatan kerja.
“Kejar IPK sebaik-baiknya. Walaupun bukan segalanya, IPK merupakan pondasi untuk melamar beasiswa, mengikuti program pertukaran, bahkan untuk mengikuti kesempatan-kesempatan kerja,” tegasnya.
Namun, Efa mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak hanya mengejar angka di transkrip nilai.
Bekal kedua adalah kemampuan bahasa Inggris. Ia meminta mahasiswa mulai membiasakan diri menggunakan dan mempelajari bahasa Inggris sejak semester pertama. Menurutnya, kemampuan bahasa tidak bisa diperoleh secara instan.
“Jangan tunggu semester terakhir, karena belajar bahasa itu membutuhkan kebiasaan, tidak bisa instan,” katanya.
Penguasaan bahasa Inggris akan memperluas kesempatan mahasiswa untuk mengikuti pertukaran pelajar, mobilitas internasional maupun mengakses sumber-sumber ilmu pengetahuan.
Terlebih, sebagian besar publikasi ilmiah dan referensi akademik menggunakan bahasa Inggris.
Bekal berikutnya adalah keberanian mengikuti kompetisi. Ia mendorong mahasiswa baru tidak takut mencoba berbagai perlombaan, mulai dari olimpiade sains, karya tulis ilmiah, debat hingga kompetisi lainnya.
Baginya, kompetisi bukan semata-mata tentang menjadi juara.
Pengalaman kalah maupun menang sama-sama memiliki nilai pembelajaran. Kekalahan melatih mahasiswa menghadapi tekanan dan menyelesaikan persoalan, sementara kemenangan mengajarkan bagaimana merayakan keberhasilan secara baik.
“Kalau kalah, dia bisa mengatasi masalah. Kalau menang, dia juga bisa merayakan kemenangannya dengan baik,” tuturnya.
Selain akademik, mahasiswa juga diminta aktif berorganisasi. Efa menyarankan mahasiswa memilih organisasi yang sesuai minat dan bakat, baik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), komunitas maupun organisasi kemahasiswaan lainnya.
Menurutnya, organisasi merupakan ruang belajar yang tidak selalu bisa diperoleh di dalam kelas.
Melalui organisasi, mahasiswa belajar bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan konflik, memimpin hingga mengoordinasikan banyak orang.
“Yang penting dengan ikut organisasi, terasah kemampuan kerja samanya, terasah mengatasi konflik, dan juga bisa memobilisasi orang,” ujarnya.
Tidak berhenti di bangku kuliah, Efa juga mendorong mahasiswa mencari pengalaman langsung melalui program magang atau internship.
Menurutnya, pengalaman tersebut penting agar mahasiswa mengetahui bagaimana dunia kerja sebenarnya.
“Mahasiswa saya dorong untuk ikut magang, internship. Dengan magang, dia akan tahu dunia nyata seperti apa, industri seperti apa,” tuturnya.
Melalui magang, mahasiswa dapat melihat secara langsung tuntutan dunia profesional sekaligus membandingkan ilmu yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan di lapangan.
Pengalaman tersebut juga dinilai mampu membangun jejaring, meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja sama serta membantu mahasiswa mengetahui kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja sejak dini.
“Dia akan tahu dunia, tidak hanya ruang kelas. Dia belajar dari pengalaman,” katanya.
Efa berharap mahasiswa baru UNAND tidak hanya menjadi lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi dan daya saing untuk mengambil peluang di tingkat nasional maupun internasional.
“Jadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk membangun diri sebaik-baiknya. Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa, pengalaman berkompetisi, kemampuan bekerja sama dan kepemimpinan,” pesannya.
Ia menyebut pesan tersebut sebenarnya sederhana. Namun, jika dijalankan secara konsisten sejak awal kuliah, bekal itu dapat menjadi modal penting untuk meraih kesuksesan.
“Pesan-pesan ini sebenarnya sederhana. Tapi kalau diikuti dengan baik, dia akan menjadi mahasiswa yang sukses,” ujar Efa.
Kajati Sumbar Tanamkan Kesadaran Antikorupsi
Dalam kegiatan BAKTI UNAND 2026 tersebut, mahasiswa baru juga mendapat pembekalan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, SH, MH.
Dedie mengangkat materi bertajuk “Tindak Pidana Korupsi, Solusi Pencegahan dan Peran Mahasiswa.”
Dalam pemaparannya, Dedie menekankan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum (APH), melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan tindak pidana korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat,” demikian poin utama yang disampaikan.
Menurutnya, pendidikan antikorupsi harus ditanamkan sejak dini, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Nilai etika, moral, kejujuran dan integritas menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku koruptif.
Rektor UNAND Efa Yonnedi mengatakan kehadiran Kajati Sumbar menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman antikorupsi kepada mahasiswa baru.
Sebab, mahasiswa hari ini merupakan calon pemimpin yang nantinya akan menentukan arah pembangunan bangsa.
“Mereka ini calon pemimpin masa depan. Karena itu, sejak dini perlu ditanamkan pendidikan antikorupsi,” ujar Efa.
Ia menegaskan, mahasiswa harus menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan semata-mata tugas pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Generasi muda juga memiliki peran penting dalam mencegah dan mengurangi praktik korupsi, dimulai dari lingkungan terdekat dan perilaku sehari-hari.
Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai pengetahuan dasar mengenai korupsi, mulai dari pengertian, bentuk dan jenis korupsi hingga langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan.
Namun, Efa berharap pemahaman tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan berubah menjadi sikap dan budaya.
Kejujuran, tanggung jawab, disiplin serta keberanian menolak tindakan yang tidak benar harus mulai dibangun sejak mahasiswa berada di bangku kuliah.
“Mahasiswa harus memiliki kesadaran yang tinggi bahwa mereka bisa berperan untuk mengurangi bahkan memberantas korupsi,” katanya.
Efa menilai pendidikan antikorupsi juga berkaitan erat dengan pembangunan dan kecintaan terhadap tanah air.
Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan integritas kuat untuk menjaga bangsa dari praktik-praktik yang dapat merusak pembangunan.
BAKTI UNAND 2026 Batch I diikuti sebanyak 3.859 mahasiswa baru, sementara Batch II diikuti 3.764 mahasiswa. Total terdapat 7.623 mahasiswa baru yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui BAKTI UNAND 2026, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik dan kehidupan kampus, tetapi juga dibekali wawasan mengenai kompetensi, pengalaman, kepemimpinan, integritas serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Pesan Rektor pun menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa UNAND tidak berhenti pada kelulusan.
Sejak hari pertama kuliah, mahasiswa sudah dituntut mulai membangun bekal untuk menentukan seperti apa masa depan yang ingin mereka raih. (mul)
Rektor UNAND Bekali Mahasiswa Baru Resep Sukses pada BAKTI 2026 : Kejar IPK, Kuasai Bahasa Inggris hingga Aktif Berorganisasi

Pemasangan almamater mahasiswa baru dilakukan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi pada kegiatan PKKMB yang dikemas melalui rangkaian BAKTI UNAND 2026 di Auditorium UNAND, Senin (10/8).
