Pekanbaru, rakyatsumbar.id–Selama 3 hari, dari tanggal 27 hingga 29 Agustus 2026, Dinas Kominfo Kota Padangpanjang membawa puluhan wartawan untuk melakukan Studi Komparatif ke Dinas Kominfo Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Disana, banyak pelajaran yang bisa diaplikasikan, mulai dari pengelolaan kerjasama media hingga Comand Centre yang menjadi salah satu terbaik di Indonesia.
Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang terus membuka ruang belajar dan kolaborasi dengan pemerintah daerah lain dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Salah satunya melalui studi komparatif yang secara khusus membahas pengelolaan komunikasi publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Rombongan asal kota Serambi Mekah itu dipimpin Wakil Walikota Allex Saputra, dihadiri juga oleh Kadis Kominfo Harry Rizkya Perdana dan Kabid KIP Maryulis Max dan jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini turut membawa sejumlah wartawan dari berbagai media online dan cetak yang bertugas di Kota Padangpanjang.
Penguatan Komunikasi Publik
Kehadiran insan pers tersebut menunjukkan bahwa penguatan komunikasi publik tidak dapat dilepaskan dari peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Rombongan disambut langsung Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar bersama jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru di Kantor Balai Kota Pekanbaru. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban.
Selain menjadi ajang bertukar pengalaman terkait pengelolaan informasi pemerintahan, pertemuan itu juga membuka peluang kerja sama antara Padang Panjang dan Pekanbaru dalam berbagai aspek pembangunan.
Markarius Anwar menegaskan, komunikasi publik merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun pemerintahan yang dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi. Kondisi tersebut sekaligus menuntut pemerintah untuk mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, transparan dan mudah dipahami.
“Komunikasi publik harus dikelola dengan baik. Pemerintah harus mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat, sehingga masyarakat mengetahui apa yang dilakukan pemerintah dan apa manfaatnya bagi mereka,” ujar Markarius Anwar.
Ia mengatakan, tata kelola komunikasi publik pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai penyampaian informasi, tetapi juga menyangkut bagaimana membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita membangun masyarakat yang berbudaya maju dan sejahtera,” katanya.
Saling Mengisi Membangun Kolaborasi
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padangpanjang Allex Saputra menyampaikan bahwa studi komparatif tersebut menjadi kesempatan penting untuk melihat secara langsung berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemko Pekanbaru dan saling mengisi dapat menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi.
“Padangpanjang dan Pekanbaru memang memiliki karakter dan kondisi yang berbeda. Namun, banyak aspek yang dapat kita kolaborasikan. Kita bisa saling bertukar pengalaman, baik dalam pemerintahan, pelayanan publik, komunikasi, teknologi informasi maupun bidang lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi membuat pemerintah daerah harus semakin adaptif. Informasi pembangunan tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat dan perkembangan zaman.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, Kominfo dan media menjadi sangat penting. Media adalah bagian penting dalam ekosistem komunikasi publik. Pemerintah memiliki program dan kebijakan,
” Sementara media membantu menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat. Sinergi ini harus kita bangun dengan tetap menjaga independensi dan profesionalitas pers,” katanya.
Keterlibatan sejumlah wartawan dalam rombongan Padangpanjang menjadi bagian menarik dari studi komparatif tersebut. Para jurnalis tidak hanya hadir sebagai peliput kegiatan, tetapi juga ikut menyimak bagaimana pemerintah daerah membangun strategi komunikasi dengan masyarakat dan media.
D tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, peran media arus utama dinilai tetap penting untuk menghadirkan informasi yang terverifikasi, berimbang dan memiliki konteks. Pemerintah daerah pun dituntut tidak menutup diri terhadap media.
Keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan yang sehat antara pemerintah dengan insan pers.
Bangun Komunikasi Publik
Dari pertemuan tersebut, muncul semangat yang sama bahwa komunikasi publik harus bergerak dari sekadar menyampaikan kegiatan pemerintah menuju komunikasi dua arah yang mampu mendengar aspirasi masyarakat.
Studi komparatif Pemko Padangpanjang ke Pekanbaru diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kunjungan kerja. Pertemuan tersebut menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas antara kedua daerah.
Kolaborasi dapat dikembangkan pada berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, digitalisasi, komunikasi dan informatika, pendidikan, ekonomi, kebudayaan, hingga pariwisata.
Bagi Padangpanjang, pengalaman Pekanbaru dapat menjadi referensi untuk memperkuat berbagai program sesuai karakter dan kebutuhan daerah.
Sebaliknya, Padangpanjang juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui jejaring kerja sama dengan Pekanbaru.
Pertemuan di Balai Kota Pekanbaru itu pun menjadi gambaran bahwa di tengah perbedaan ukuran dan karakter wilayah, pemerintah daerah tetap memiliki ruang yang luas untuk saling belajar.
Sebab, membangun daerah bukan hanya tentang siapa yang paling cepat bergerak, tetapi juga tentang bagaimana setiap daerah mau membuka diri, berbagi pengalaman dan membangun kolaborasi seperti inovasi tekhnologi.
Padangpanjang belajar dari Pekanbaru. Pekanbaru membuka ruang berbagi. Dan dari pertemuan itu, komunikasi publik diharapkan menjadi jembatan bagi lahirnya kolaborasi yang lebih luas demi pelayanan masyarakat yang semakin baik. (Jon Kenedi)

