Padang, rakyatsumbar.id—Komitmen Anggota DPRD Kota Padang, H. Yendril, untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga denyut adat dan budaya Minangkabau.
Melalui pokok-pokok pikirannya (Pokir), Festival Alek Nagari Nan XX ke-III kembali digelar di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (11/07/2026).
Festival yang telah menjadi agenda masyarakat tersebut berlangsung semarak. Warga dari berbagai kalangan memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan sekaligus ikut memeriahkan perhelatan budaya yang menjadi simbol kebersamaan masyarakat Nan XX.
Yendril mengatakan, Alek Nagari merupakan warisan budaya yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi seperti ini harus terus dijaga karena menjadi bagian dari identitas masyarakat Minangkabau.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun sehingga nilai-nilai adat, budaya dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga,” ujar Yendril.
Politisi yang berasal dari daerah pemilihan Lubuk Begalung itu menilai, Alek Nagari juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarmasyarakat. Di tengah kehidupan yang semakin modern, ruang-ruang kebersamaan seperti ini dinilai penting untuk memperkuat persatuan sekaligus menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.
Karena itu, ia memastikan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang tumbuh dari masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari terjaganya nilai sosial, budaya, dan kebersamaan.
“Insya Allah, kita akan terus suport kegiatan positif dan bersifat membangun di tengah masyarakat,” tegasnya.
Festival Alek Nagari Nan XX ke-III dibuka oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Wali Kota Padang periode 2021–2024 Hendri Septa, Ketua Umum Pelaksana James Hellyward, unsur Forkopimca Lubuk Begalung, tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, serta tamu undangan lainnya.
Melalui penyelenggaraan festival tersebut, masyarakat berharap Alek Nagari Nan XX tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga terus berkembang sebagai ruang pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal Minangkabau yang diwariskan kepada generasi penerus. (edg)

