Padang, rakyatsumbar.id — Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kemampuan teknis saja tak lagi cukup. Dunia industri kini menuntut generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik, percaya diri, dan memiliki etika profesional.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Politeknik Negeri Padang (PNP) mengadakan Program Penerapan IPTEK Masyarakat Mandiri (PIMM) bertema “Penguatan Soft Skills Hospitality dan Public Speaking sebagai Bekal Memasuki Dunia Kerja bagi Siswa SMK Negeri 9 Padang.”
Program yang digelar Selasa, 28 April 2026, di SMK Negeri 9 Padang ini menyasar siswa kelas XI Program Studi Kuliner. Fokusnya bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan pembentukan karakter kerja melalui penguatan kompetensi hospitality dan public speaking yang dibutuhkan industri jasa dan pariwisata.
Ketua tim pengabdian, Siti Permata Pricilla, S.ST., M.Par, menilai tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga bagaimana mereka membangun relasi, menjaga etika, dan tampil percaya diri di ruang profesional.
“Tak kalah menarik, pembahasan materi oleh Bu Abdiani Khairat Nadra, S.ST Par., M. Par sebagai pemateri hospitality dan public speaking membuat interaksi dengan siswa menjadi bersemangat untuk mendengarkan pemaparan materi ini’. Interaksi yang kini lebih dominan melalui media sosial sering kali mengurangi etika komunikasi tatap muka. Karena itu, siswa perlu dibekali keterampilan interpersonal yang kuat agar siap memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia menegaskan, kesiapan kerja siswa tidak cukup hanya dengan penguasaan hard skills, tetapi juga harus ditopang kemampuan soft skills yang relevan dengan kebutuhan industri.
Program ini melibatkan tim dosen bidang pariwisata, administrasi bisnis serta prodi logistik perdagangan internasional dari Politeknik Negeri Padang, yakni Abdiani Khairat Nadra, S.ST.Par., M.Par, Dr. Makna Ani Marlia, S.ST., M.M, Novirwan Trinanto, SE., M.Si, Yenida, SE., M.Si, serta M. Hafiz Alfahrizi, mahasiswa Program Studi D-4 Usaha Perjalanan Wisata PNP.
Pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi, hingga praktik langsung atau role play. Materi yang diberikan mencakup konsep pelayanan prima, etika profesional, komunikasi verbal dan nonverbal, teknik presentasi, hingga latihan berbicara di depan umum.
“Dalam sesi hospitality, siswa dibimbing memahami pentingnya sikap 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) sebagai dasar pelayanan prima. Sementara pada sesi public speaking, peserta dilatih menyusun materi presentasi, mengelola bahasa tubuh, serta membangun rasa percaya diri,” terangnya.
“Pendekatan experiential learning diterapkan agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam simulasi situasi kerja nyata, seperti pelayanan tamu dan presentasi profesional,” tambahnya.
Berdasarkan hasil observasi awal, masih terdapat sejumlah tantangan di kalangan siswa, seperti rendahnya kepercayaan diri saat berbicara di depan umum, keterbatasan pemahaman tentang hospitality, serta minimnya kesempatan praktik soft skills secara terstruktur.
Melalui program ini, tim menargetkan peningkatan kompetensi siswa minimal 30 persen yang diukur melalui pre-test dan post-test selama pelatihan berlangsung.
“Pelatihan langsung ini diharapkan mampu membangun budaya belajar yang mendukung pengembangan karakter dan profesionalisme siswa,” terang Novirwan Trinanto menambahkan.
Kolaborasi antara Politeknik Negeri Padang dan SMK Negeri 9 Padang ini menjadi bentuk nyata sinergi pendidikan vokasi dengan pendidikan menengah kejuruan dalam mencetak lulusan yang adaptif, komunikatif, dan siap kerja.
“Dengan pembekalan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki daya saing melalui sikap ramah, percaya diri, dan profesional, kualitas yang semakin dibutuhkan di dunia industri modern,” pungkasnya.(mul)

