Padang, Rakyat Sumbar — Tim dosen Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mandiri Tahun 2026 melalui pelatihan penerapan laporan keuangan berbasis aplikasi MYOB bagi CV Pondok Salero Catering.
Kegiatan yang berlangsung pada 29 Juni 2026 itu bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih akurat, efisien, dan profesional.
Program pengabdian diketuai Novirwan Trinanto dengan anggota Yenida, Elni Sumiarti, Iwadiah, Ika Yuanita, dan Muhammad Rafi Ramadino. Selama tiga hari, tim memberikan materi sekaligus pendampingan praktik penggunaan aplikasi MYOB kepada peserta.
Ketua tim pengabdian, Novirwan Trinanto, mengatakan pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan usaha. Karena itu, pemanfaatan teknologi akuntansi perlu diperkenalkan kepada pelaku UMKM agar mampu menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.
“Melalui pelatihan ini kami ingin membantu mitra beralih dari sistem pembukuan manual menuju sistem digital sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Pelatihan dilatarbelakangi masih digunakannya sistem pencatatan keuangan secara manual di CV Pondok Salero Catering. Kondisi tersebut menyebabkan proses administrasi kurang efisien, berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, serta menyulitkan penyusunan laporan keuangan.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan aplikasi MYOB, input transaksi, penyusunan laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, hingga analisis laporan keuangan sederhana. Pembelajaran dilakukan melalui kombinasi teori, praktik, diskusi, dan pendampingan langsung.
Kegiatan diikuti delapan peserta yang terdiri atas pemilik usaha, manajer operasional, staf keuangan, dan staf administrasi. Sebagian besar peserta sebelumnya belum pernah menggunakan aplikasi akuntansi berbasis komputer.
Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan memberikan dampak positif. Sebanyak 85 persen peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap penggunaan aplikasi MYOB. Seluruh peserta juga berhasil menyusun laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara mandiri serta mampu melakukan pencatatan transaksi dengan lebih sistematis.
Meski menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat komputer, kualitas jaringan internet, serta perbedaan kemampuan peserta dalam mengoperasikan teknologi, proses pelatihan tetap berjalan lancar melalui pendampingan intensif dari tim dosen.
Novirwan berharap penerapan aplikasi MYOB dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan CV Pondok Salero Catering. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang tertib dan berbasis digital akan meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola usaha, sekaligus mendukung daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.
Selain pelatihan lanjutan, tim pengabdian juga merekomendasikan penyediaan perangkat pendukung serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan keuangan berbasis aplikasi agar sistem yang telah diterapkan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.(mul/rls)

