Solok, Rakyat Sumbar – Di balik bertambahnya kapasitas layanan sebuah rumah sakit, ada kebutuhan listrik yang harus mampu menopang operasional tanpa henti. Kebutuhan tersebut dijawab PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok dengan melaksanakan energizing pelanggan Tegangan Menengah (TM) berdaya S2/555.000 Volt Ampere (VA) di RSIA Permata Bunda Solok, Kamis (27/8/2026).
Penyalaan tersebut menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap penguatan infrastruktur kesehatan di Kota Solok. Pasokan listrik dengan daya 555 kVA disiapkan untuk menunjang kebutuhan operasional RSIA Permata Bunda yang tengah melakukan transformasi layanan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Swasta Terbesar Pertama di Kota Solok.
Kegiatan energizing pelanggan TM tersebut berlangsung di RSIA Permata Bunda Solok dan dihadiri 18 orang dari PLN serta pihak rumah sakit. Hadir Manager PLN UP3 Solok Hariani, Assistant Manager Niaga dan Pemasaran (Asmen NPS) Dito Nusa Putra, Manager ULP Solok Mesdiono, serta Owner dan Manajemen Utama RSIA Permata Bunda Solok, dr. Rinda dan dr. Hilwi.
Manager PLN UP3 Solok, Hariani, mengatakan kebutuhan listrik yang andal menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung operasional fasilitas kesehatan, khususnya ketika rumah sakit terus meningkatkan kapasitas dan layanannya.
“Daya 555 kVA ini juga disiapkan untuk mendukung perluasan gedung baru sebanyak 50 kamar tambahan. Dengan demikian, kapasitas total rawat inap RSU Permata Bunda kini mampu menampung lebih dari 150 pasien,” ujar Hariani.
Penambahan kapasitas kelistrikan tersebut sejalan dengan langkah RSIA Permata Bunda dalam mengembangkan fasilitas dan layanan kesehatan. Ketersediaan pasokan listrik menjadi semakin penting untuk menopang operasional rumah sakit yang berlangsung selama 24 jam, termasuk kebutuhan peralatan medis serta fasilitas penunjang lainnya.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan PLN terus memastikan kebutuhan kelistrikan pelanggan, terutama fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, dapat dilayani secara andal sesuai kebutuhan.
“PLN memastikan proses penyambungan dan penyalaan pelanggan dapat berjalan dengan baik, termasuk untuk fasilitas kesehatan yang membutuhkan kontinuitas pasokan listrik dalam menunjang operasionalnya. Kami mengawal kebutuhan pelanggan sejak proses koordinasi hingga penyalaan agar layanan kelistrikan dapat mendukung pengembangan fasilitas kesehatan di daerah,” ujar Ririn.
Dalam pelaksanaannya, PLN UP3 Solok mengawal seluruh tahapan proses energizing RSIA Permata Bunda untuk memastikan proses berjalan dengan baik.
Dari sisi pelanggan, manajemen RSIA Permata Bunda menyampaikan apresiasi atas proses pelayanan yang dilakukan PLN. dr. Rinda dan dr. Hilwi mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasih kepada Hariani beserta seluruh jajaran PLN UP3 Solok atas pengawalan proses penyalaan yang cepat, tepat waktu, dan komunikatif sejak tahap koordinasi hingga pelaksanaan energizing.
Pasokan listrik 555 kVA tersebut menjadi bagian penting dalam menopang rencana pengembangan rumah sakit. Tambahan 50 kamar pada gedung baru akan memperluas kapasitas rawat inap, sementara peningkatan fasilitas dan penggunaan peralatan medis modern membutuhkan dukungan kelistrikan yang memadai dan stabil.
Ririn menambahkan, PLN memandang kebutuhan kelistrikan fasilitas kesehatan sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat yang harus dijaga kontinuitasnya.
“Kami ingin memastikan listrik hadir dan bekerja mendukung aktivitas pelayanan masyarakat, termasuk ketika rumah sakit meningkatkan kapasitas dan kualitas layanannya. Sinergi dengan pelanggan menjadi penting agar kebutuhan listrik dapat dipersiapkan sejalan dengan perkembangan fasilitas yang ada,” katanya.
Kolaborasi antara PLN dan RSIA Permata Bunda menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan di Kota Solok. PLN menyediakan dukungan kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan, sementara rumah sakit terus mengembangkan fasilitas dan kapasitas pelayanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Kehadiran pasokan listrik berdaya 555 kVA menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan RSIA Permata Bunda menuju rumah sakit umum dengan kapasitas layanan yang lebih luas. Bertambahnya ruang rawat inap dan kesiapan fasilitas medis diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih dekat, memadai, dan berkelanjutan di Kota Solok. Dukungan kelistrikan yang andal pun turut memastikan aktivitas pelayanan kesehatan dapat berlangsung dengan baik, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis dapat terus terlayani seiring berkembangnya fasilitas kesehatan di daerah. (*)

