Site icon rakyatsumbar.id

Penulis Perancis Juara Menulis Esai Nasional yang Digelar DPK Sumbar

Tiga dewan juri lomba menulis Esai Nasional 2026 yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, tengah melakukan verifikasi penilaian untuk menentukan juara.

Tiga dewan juri lomba menulis Esai Nasional 2026 yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, tengah melakukan verifikasi penilaian untuk menentukan juara.

Sawahlunto, rakyatsumbar.id–Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sumatera Barat mengumumkan secara resmi pemenang lomba menulis esai tingkat nasional yang diikuti 348 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan 4 peserta berasal dari Perancis, Universitas Al Azhar Mesir, Inggris dan Universitas Nanyang (NTU) Singapura.

Leendert Chr.Kranendong dari Perancis, berhasil menjuarai lomba dengan dengan tema Menggali Pemeran dan Pelaku Sejarah Sebelum dan Setelah Kemerdekaan RI di Sawahlunto tahun 1858 sampai 2013 tersebut.

Pria asal Amsterdam tinggal di Perancis ini mengungguli peserta lainnya dengan nilai 260 judul artikel Cristian Reinier de Heer : Sosok Dibalik Kejayaan Pertambangan Ombilin di Awal Abad ke 20.

Sementara diposisi kedua dimenangkan Fikrul Hanif Sufyan dari Padang dengan nilai 252 judul artikel Soeleiman Labai : Saudagar dari Silungkang Menuntut Indonesia Merdeka. Seterusnya posisi ketiga diraih Fendy Suhartanto dari Jawa Timur dengan nilai 251 judul artikel Priyayi Jawa di Sawahlunto : Dokter Moh.Saleh Mangundiharjo 1919 – 1922.

Sedangkan untuk juara harapan 1 diraih Eci FE dari Kota Pariaman dengan nilai 249 judul artikel Sebentuk apresiasi untuk Ratna Asmara: Sutradara Perempuan Pertama Indonesia Asal Ranah Minang yang Terlupakan.

Harapan kedua Agustina Rahmawati dari Yogjakarta dengan nilai 247 judul artikel Transformasi Sejarah Sawahlunto dan Peran Adinegoro dalam Pergeseran dari Politik Energi Menuju Politik Informasi 1858-2013.

Terakhir juara harapan tiga diraih pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Barangin Sawahlunto Yumma Afifah Putri dengan nilai 245 judul artikel Ketika Sejarah Perlu Dibaca Ulang : Jejak Amir Jamin Sang Singa Sawahlunto Dalam Momentum Awal Kibaran Merah Putih.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat Jumaidi,S.Pd, M.Pd, Rabu (15/04/2026) mengatakan, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat dengan Forum Pegiat Literasi Adinegoro (FPLA) Sawahlunto, didukung Anggota Komisi V DPRD Sumbar Ir.Hj.Neldaswenti, M.Si.

Dikatakan, ada dua kegiatan yang dilakukan bersama yakni Lomba Menulis Esai Nasional 2026 dan Seminar Perjuangan Tokoh Pers Nasional Djamaludin Adinegoro Dalam Kemerdekaan RI untuk di ajukan sebagai Pahlawan Nasional di Saka Ombilin Heritage 29 April 2026 nanti.

“Ini sebuah gerakan literasi yang menggali berbagai cerita sejarah nasional. Dengan lomba menulis ini banyak pengayaan cerita sejarah yang belum tergali menjadi pelengkap perjalan panjang Sawahlunto sebagai Warisan Tambang Batubara Ombilin. Siapa pemerannya, dan bagaimana perjuangannya dari era Hindia Belanda hingga munculnya tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan,” ungkap Jumaidi.

Metode Penilaian

Ketua Forum Pegiat Literasi Adinegoro (FPLA) Sawahlunto, Indra Yosef Datmy mengungkapkan penilaian lomba dilakukan oleh tiga dewan juri wartawan senior pegiat literasi masing-masing Indra Yosef Datmy, Muhammad Subhan, dan Yurnaldi, mereka bertiga melakukan penilaian terhadap 348 peserta terdaftar.

Penilaian dilakukan dewan juri merujuk kepada keaslian tulisan yang dilombakan, belum pernah di publikasikan, kelengkapan sumber data visual (data/foto : boleh dikutip dari sumber lain asal mencantumkan nama atau link sumber.

Kemudian penggunaan teknologi AI, contekan/copy paste dan plagiat, mengandung unsur 5 W + 1 H, bukan tulisan fiksi dan asumsi/rekaan penulis yang tak ada hubungannya peristiwa nyata, lokus objek penulisan di Sawahlunto dari tahun 1858 – 2013, dan objek atau subjek dari tulisan merupakan jejak sejarahnya ada dan terjadi di Sawahlunto.

Ditambahkan Kabid Layanan Otomasi dan Kerja Sama Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Fajri Rahman Esra, menyebutkan para pemenang memperoleh hadiah uang dipotong pajak untuk juara 1 Rp 5 juta, juara 2 Rp4 juta, juara 3 Rp3 juta, juara harapan 1 Rp2 juta, harapan 2 Rp1,5 juta dan juara harapan 3 Rp1 juta ditambah piala dan piagam penghargaan yang diserahkan saat acara seminar 29 April mendatang.

“Namun yang belum beruntung meraih juara tetap diberikan sertifikat penghargaan yang sudah disiapkan pihak panitia,” ucapnya. (ned)

Exit mobile version