Pariaman, rakyatsumbar.id– Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyetujui penggeseran jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dari 2–14 Oktober ke November 2026.
Kepastian itu diperoleh setelah pertemuan antara Gubernur Mahyeldi dengan jajaran pimpinan KONI kabupaten dan kota Sumatera Barat di Gubernuran Sumbar, Jumat (25/9) pagi.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 05.30 WIB, usai salat Subuh. Hasil komunikasi tersebut menjadi titik terang bagi daerah-daerah yang sebelumnya meminta agar jadwal Porprov digeser karena belum tersedianya kepastian anggaran untuk membiayai kontingen.
Tanggal pelaksanaan pada November belum ditentukan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selanjutnya diharapkan menerbitkan surat atau keputusan resmi sebagai dasar perubahan jadwal.
Ketua KONI Kota Pariaman Edison Trd, SH., MH mengatakan, aspirasi yang disampaikan KONI kabupaten dan kota mendapat respons dari Gubernur Mahyeldi.
“Alhamdulillah hari ini kita baru saja selesaikan tahapan komunikasi kita terakhir dengan Gubernur. Insya Allah ada titik terang dari hasil yang tadi disampaikan oleh Ketum kita,” kata Edison di Pariaman, Jumat (25/9).
Ia mengatakan, kepastian tertulis dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diperlukan agar seluruh daerah memiliki dasar yang jelas dalam menyusun kembali persiapan kontingen.
“Mudah-mudahan secara resmi nanti tentu ada surat yang diterbitkan kembali oleh Pemerintah Provinsi terkait penyesuaian jadwal atau penundaan waktu. InsyaAllah harapan aspirasi teman-teman kabupaten/kota tadi sangat direspons oleh Buya,” ujarnya.
Perubahan jadwal tersebut muncul setelah 14 KONI kabupaten dan kota menyampaikan aspirasi agar Porprov tidak dipaksakan berlangsung pada 2–14 Oktober.
Sehari sebelumnya, Kamis (24/9), para ketua KONI daerah menggelar rapat bersama Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus beserta jajaran dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar.
“Dan sampai jam 00.00 Wib, ternyata hanya 6 kontingen yang mendaftar,” sambung Edison.
Dalam rapat itu, persoalan utama yang mengemuka adalah kesiapan anggaran daerah. Hibah untuk KONI kabupaten dan kota bersumber dari APBD Perubahan masing-masing daerah, sementara proses APBD Perubahan pada sejumlah daerah masih berjalan dan sebagian masih menunggu evaluasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Kondisi tersebut membuat waktu yang tersedia untuk pencairan hibah, administrasi, pengadaan kebutuhan kontingen, transportasi, akomodasi dan berbagai kebutuhan teknis Porprov menjadi semakin terbatas.
Edison menegaskan penggeseran jadwal tidak berkaitan dengan motif politik.
“Ini murni menyangkut kesiapan anggaran dan teknis operasional,” kata Edison sebelumnya.
Menurut dia, daerah membutuhkan ruang waktu yang cukup agar penggunaan anggaran Porprov memiliki dasar administrasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Permintaan tersebut juga muncul setelah sebelumnya KONI Sumbar berulang kali menyatakan Porprov XVI tetap digelar sesuai jadwal 2–14 Oktober 2026.
Pada 27 Agustus, Gubernur Mahyeldi bahkan melakukan soft launching Porprov XVI di Istana Gubernur Sumbar dan saat itu menegaskan pelaksanaan berlangsung pada 2–14 Oktober. Pembukaan direncanakan di Kota Solok pada 2 Oktober, sedangkan penutupan dijadwalkan di Kabupaten Padang Pariaman pada 14 Oktober.
Saat itu, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus juga masih menegaskan jadwal tersebut pada pertengahan September. Ia menyebut penetapan 2–14 Oktober merupakan hasil proses regulasi dan koordinasi dengan kepala daerah se-Sumatera Barat.
Namun, persoalan kesiapan anggaran kemudian kembali menjadi perhatian. Sejumlah KONI daerah menyampaikan bahwa APBD Perubahan belum selesai sehingga dana hibah untuk persiapan Porprov belum dapat digunakan secara optimal.
Dengan keputusan penggeseran ke November, daerah kini memperoleh tambahan waktu untuk menyelesaikan proses anggaran sekaligus menyiapkan kontingen.
Bagi Kota Pariaman, tambahan waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat persiapan atlet dan kebutuhan kontingen.
Edison meminta atlet Pariaman tetap menjaga semangat latihan dan tidak terpengaruh perubahan jadwal.
“Mudah-mudahan dengan begini kita bisa lebih semangat lagi. Salam buat adik-adik kita, atlet-atlet kita, tetap semangat dan insyaAllah kita Pariaman siap tampil di November nanti,” katanya.
Ia mengatakan perubahan jadwal tidak boleh mengurangi semangat atlet yang telah menjalani persiapan menghadapi Porprov.
“Harapan dan impian kita untuk bisa tampil di Porprov bisa kita wujudkan,” ujarnya.
Perubahan jadwal juga memberi kesempatan bagi pemerintah daerah dan KONI kabupaten/kota menyusun kembali tahapan teknis, terutama setelah kepastian anggaran diperoleh.
Bagi penyelenggara, kepastian tanggal menjadi kebutuhan berikutnya. Selama tanggal baru belum ditetapkan melalui keputusan resmi, KONI daerah masih harus menunggu pedoman teknis mengenai registrasi atlet, jadwal pertandingan, venue dan kebutuhan kontingen.
Porprov XVI Sumbar 2026 sebelumnya dirancang dengan konsep tuan rumah bersama, dengan pertandingan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
KONI Sumbar menyebut konsep tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan daerah dalam penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi.
Kini, setelah Gubernur Mahyeldi merespons aspirasi 14 KONI daerah, perhatian bergeser pada tindak lanjut administratif.
Surat resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengenai perubahan jadwal akan menjadi pijakan bagi KONI Sumbar dan seluruh KONI kabupaten/kota untuk menyusun kembali tahapan penyelenggaraan.
Bagi Kota Pariaman, Edison memastikan pihaknya akan segera menyusun langkah berikutnya sembari menunggu kepastian tanggal pelaksanaan por prov 2026.
“Dalam waktu dekat akan segera menyusun langkah berikutnya. Mudah-mudahan ke depan semua lancar dan sukses termasuk bersama Cabor yang berlaga nanti,” terang Edison Trd. (hmi)

