Padang, rakyatsumbar.id – Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan peningkatan jumlah investor pasar modal perlu diiringi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi, tujuan keuangan, dan risiko yang menyertainya.
“Ini merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik, dan langkah tersebut perlu dimulai dengan pengetahuan yang memadai, perencanaan matang, serta konsistensi,” kata Jeffrey, melalui siaran pers, Kamis, (5/11).
Ia menyampaikan, seperti marathon investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah.
“Tapi, juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” ucap Jeffrey menyampaikan itu saaat Pembukaan CMSE 2026, Kamis (5/11).
Ia menambahkan setiap orang memiliki titik awal, kemampuan, dan tujuan keuangan yang berbeda.
“Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami berbagai pilihan instrumen investasi serta menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing,” tuturnya.
Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal tercatat sebanyak 32.723.392 Single Investor Identification (SID), termasuk 10.301.974 SID investor saham.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas jangkauan edukasi pasar modal agar masyarakat tidak hanya mengenal investasi, tetapi juga memahami karakteristik produk, potensi risiko, dan pentingnya mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan serta tujuan keuangan.
Pesan tersebut sejalan dengan kampanye #AkuInvestorSaham yang diluncurkan BEI pada 10 Agustus 2023. Melalui kampanye yang mengedepankan kebanggaan, inklusivitas, dan kemajuan ini.
BEI mendorong masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengenal pasar modal dan berpartisipasi sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing. (byr)

