Site icon rakyatsumbar.id

Pengunjung Pantai Padang Diduga Dilecehkan, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye

Padang, rakyatsumbar.id – Citra Pantai Padang sebagai destinasi wisata andalan kembali tercoreng. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pengunjung perempuan diduga mengalami pelecehan verbal hingga percobaan kontak fisik oleh seorang pria saat berada di kawasan Pantai Padang.

Peristiwa itu kembali memunculkan pertanyaan besar tentang efektivitas pengawasan di salah satu ikon pariwisata Kota Padang tersebut.

Dalam video berdurasi singkat itu, pria yang diduga sebagai pelaku terdengar melontarkan pertanyaan bernada tidak senonoh kepada korban. Tak hanya itu, ia juga berusaha melakukan kontak fisik, sementara korban terus merekam kejadian tersebut. Video itu pun menuai kecaman luas dari masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, menilai kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Menurutnya, pemerintah harus menjadikan insiden ini sebagai alarm bahwa sistem pengamanan di Pantai Padang masih menyisakan banyak celah.

“Selama ini ada Satpol PP, ada Dubalang. Di Pantai Padang harus total pengawasan yang diberikan karena itu adalah etalase Kota Padang. Jangan biarkan hal-hal seperti ini berlaku seenaknya. Banyak yang harus kita lakukan karena Pantai Padang merupakan ikon Kota Padang,” tegas Mastilizal Aye, Selasa (07/07/2026).

Politisi yang akrab disapa Aye itu juga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut kasus tersebut apabila terdapat unsur pidana. Menurutnya, rekaman video yang beredar harus menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengidentifikasi dan menindak pelaku.

“Jika ada pidananya, kita harapkan dapat diamankan oleh kepolisian,” ujarnya.

Lebih jauh, Mastilizal menyoroti kondisi Pantai Padang yang belakangan lebih sering menjadi perhatian publik karena berbagai persoalan negatif dibanding prestasi sebagai destinasi wisata. Mulai dari aksi premanisme, pungutan liar, hingga dugaan pelecehan terhadap pengunjung dinilai menjadi rangkaian persoalan yang belum mampu dituntaskan secara serius.

“Banyak hal yang remeh-temeh tidak bisa diselesaikan oleh Pemko Padang. Akibatnya, yang muncul justru promosi buruk bagi Pemerintah Kota Padang dan pariwisata Kota Padang,” katanya.

Ia menegaskan keberadaan personel pengamanan di kawasan wisata tidak boleh hanya menjadi pelengkap. Patroli rutin dan tindakan tegas di lapangan harus benar-benar dilakukan agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung.

“Mereka harus lebih tegas dan memiliki mental yang kuat. Kalau hanya sekadar berdiri-berdiri atau duduk-duduk saja, dipindahkan saja. Kalau perlu diberhentikan karena hanya menghamburkan anggaran,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, Dinas Pariwisata Kota Padang belum memberikan tanggapan atas video yang beredar maupun langkah yang akan ditempuh untuk meningkatkan pengawasan di kawasan Pantai Padang. (edg)

Exit mobile version