Jakarta, Rakyat Sumbar-–Proses pemulihan daerah bencana banjir bandang di Sumatra terus berlangsung, terutama memastikan korban bencana itu mendapat hunian sementara (Huntara).
Di Sumatra Barat, terdapat beberapa titik huntara dengan penanggungjawab pembangunan berbeda-beda, tapi semua itu atas perintah Presiden RI Prabowo Subianto.
Untuk penyintas bencana banjir bandang di Malalo Tanah Datar, COO Danantara menugaskan khusus BUMN Karya, PT Nindya Karya membangunnya.
“Tidak di Tanah Datar saja, tapi ada di Malalo, Salareh Aie dan Padang Pariaman, kami ditugaskan khusus oleh Danantara untuk membangun Hunian Danantara,”ujar Dirut Nindya Karya Firmansyah, Rabu (21/1-2026) kepada media di Jakarta.
Penugasan khusus ini, kata Firmansyah dengan catatan yaitu, Hunian Danantara harus dikerjakan cepat dan berkualitas.
“Allhamdulillah di lapangan masyarakat dan Bupati Tanah Datar sangat mendukung pengerjaan Hunian Danantara, dan target selesai sebelum Januari berakhir,”ujarnya.
Dari pantauan media di Tanah Datar Hunian Danantara oleh Nindya Karya memang beda dibandingkan Huntara lain, karena punya spesifikasi beda.
“Nyaman dan punya kualitasnya, jadi gak sabar untuk ditempati, sekilas Hunian Danantara ini lebih bagus dibandingkan Hunian Danatara di lokasi lain,”ujar Rusdian seorang warga di daerah Malalo, Selasa sore kemarin.(***)

