Padang, Rakyat Sumbar – Anggota DPR RI Komisi VI Dapil Sumatera Barat 2, Nevi Zuairina, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dihadiri oleh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sumatera Barat, serta struktur PAC dan sayap partai di kantor DPW PKS Sumatera Barat, Jalan Adinegoro No. 47, Padang. Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi di tengah upaya memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah kondisi ekonomi yang sedang menantang.
Nevi yang juga istri Gubernur Sumatera Barat dua periode, Irwan Prayitno, menyampaikan amanat dari MPR RI agar seluruh elemen masyarakat menjaga semangat nasionalisme dengan berpegang pada empat pilar berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam sosialisasi tersebut, Nevi menekankan pentingnya menjunjung nilai keadilan dan beradab dalam pikiran dan tindakan, terutama dalam situasi ekonomi yang menurun akibat kebijakan pemerintah baru. “Sebagai anak bangsa, wajib berprasangka baik dan jangan mudah terprovokasi,” ujar Nevi dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Nevi mengajak kader dan masyarakat untuk menjaga soliditas dan persatuan nasional, menolak ajakan atau godaan yang dapat memecah belah bangsa. “Jangan mudah terhasut dan tersulut. Perbedaan pendapat adalah fitrah manusia, tapi setiap pikiran dan tindak tanduk harus bermuara pada persatuan serta jika ada beda, harus dimusyawarahkan,” pungkasnya.
Sosialisasi empat pilar ini bukan hanya menjadi pengingat akan fondasi berbangsa, tetapi juga menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya kader politik, untuk memperkokoh rasa kebangsaan di tengah dinamika sosial-politik dan ekonomi yang kompleks.
Empat pilar MPR RI merupakan landasan utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara menjadi pegangan moral dan ideologis; UUD 1945 sebagai konstitusi; NKRI sebagai bentuk negara kesatuan yang harus dipertahankan; serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan sebagai salah satu langkah konkret memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan sikap dewasa dalam menghadapi perbedaan dan tantangan.
Dengan semangat tersebut, diharapkan seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya dapat terus menjaga persatuan dan soliditas demi masa depan bangsa yang lebih baik, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang. (fwi)

