Padang, rakyatsumbar.id— Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) menghadirkan mesin cetak paving blok di SMP Negeri 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.
Mesin cetak paving blok ini sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik sekaligus mendukung penataan lingkungan sekolah. Inovasi ini dikembangkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN).
Program yang bertajuk Rancang Bangun dan Implementasi Mesin Cetak Paving Blok sebagai Sarana Edukasi Produktif di SMP Negeri 1 Pasaman tersebut, diketuai Dr. Yaumal Arbi, ST., MT.
Kegiatan yang berlangsung pada 9 Oktober 2026 ini bertujuan memperkenalkan teknologi terapan sekaligus meningkatkan keterampilan praktis warga sekolah.
Yaumal Arbi mengatakan, mesin tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kebutuhan fisik sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran teknologi konstruksi.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan teknologi tepat guna yang tidak hanya bermanfaat untuk mendukung penataan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi produktif,” ujarnya saat di temui di Kampus UNP, Selasa (13/10/2026).
Mesin dirancang menggunakan mekanisme penekanan manual dengan tuas yang terdiri atas rangka utama, kotak cetakan, pelat penekan, pin engsel, batang geser, dan mekanisme pembuka cetakan. Kotak cetakan memiliki rongga berukuran sekitar 200 × 100 × 80 milimeter, sedangkan pelat penekan berukuran 198 × 98 × 8 milimeter.
“Desain ini mempertimbangkan kemudahan pengoperasian, perawatan, serta penggunaan bahan yang tersedia di pasar lokal,” paparnya.
Proses pembuatan mesin meliputi pemotongan bahan, perakitan rangka, pengelasan, penyetelan komponen, hingga pemeriksaan mekanisme penekan.
Pengujian dilakukan dengan memasukkan campuran bahan ke dalam cetakan, meratakannya, lalu memberikan tekanan melalui tuas.
Setelah itu, mekanisme pembuka digunakan untuk mengeluarkan paving blok secara perlahan agar bentuknya tetap terjaga.
Hasil pengujian menunjukkan mesin dapat digunakan untuk mencetak paving blok secara manual. Kotak cetakan mampu menahan campuran selama penekanan, sementara tuas dan pelat penekan bekerja sesuai fungsi dasarnya.
“Kita melakukan penyempurnaan terutama pada kelancaran gerakan pelat, kekuatan sambungan las, kemudahan pelepasan produk, serta konsistensi dimensi dan mutu hasil cetakan,” paparnya.
Yaumal menjelaskan, kualitas paving blok tidak hanya bergantung pada mesin, tetapi juga pada komposisi campuran, kadar air, proses pemadatan dan perawatan beton setelah pencetakan atau curing.
“Mesin merupakan salah satu bagian dari keseluruhan proses produksi. Karena itu, penggunaannya perlu disertai pemahaman mengenai komposisi campuran, teknik pencetakan, perawatan setelah pencetakan, serta pemeriksaan mutu,” tuturnya.
Tim dari Departemen Teknik Sipil, FT UNP juga melakukan pendampingan teknis, standar operasional prosedur (SOP) penggunaan mesin, panduan produksi dan curing serta pemeriksaan mutu sederhana.
Pengujian berulang juga diperlukan untuk mengevaluasi kapasitas produksi dan keseragaman produk, sekaligus membantu mitra memahami pengoperasian serta perawatan peralatan secara tepat.
Tim pengabdi UNP terdiri atas Dr. Yaumal Arbi, ST., MT sebagai ketua, bersama Dr. Totoh Andayono, ST., MT, Nidal Zuwida, S.Pd., M.Pd.T, Windry Novalia Jufri, S.Pd., M.Pd. Fithriyah Patriotika, ST., MT, Prof. Dr. Ir. M. Giatman, M.SIE serta Laras Oktavia Andreas, S.Pd., M.Pd.T.
“Kolaborasi ini menjadi wujud penerapan kompetensi akademik untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat melalui transfer pengetahuan dan teknologi tepat guna,” ungkapnya.
Melalui program PIPN, mesin cetak paving blok diharapkan menjadi sarana pengenalan teknologi konstruksi bagi warga SMP Negeri 1 Pasaman sekaligus mendukung penataan halaman dan jalur pejalan kaki sekolah secara bertahap. Keberlanjutan manfaatnya akan ditentukan oleh konsistensi pemanfaatan alat, perawatan berkala, penerapan prosedur kerja, dan evaluasi mutu produk sehingga inovasi UNP dapat mendorong pembelajaran produktif yang aplikatif dan berkelanjutan. (edg)

