Mentawai, rakyatsumbar.id—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai bakal menggelar kompetisi surfing “Bupati Cup” pada tanggal 19 Mei hingga 21 Mei 2026 mendatang di kawasan spot ombak Mapaddegat, Sipora Utara.
Kompetisi dalam rangka menjaring atlit untuk menghadapi ajang selancar bergengsi World Surf League (WSL) Qualifying Series 6000 pada Agustus 2026 mendatang.
Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Samaloisa mengatakan, selama ini diketahui Mentawai dikenal lewat potensi ombak surfingnya yang mendunia. Namun, Mentawai sendiri belum pernah menyelenggarakan kompetensi surfing kelas dunia atau WSL QS 6000.
“Ini nantinya menjadi momen penting, karena seluruh mata di dunia, khususnya pencinta selancar akan tertuju ke Mentawai. Kesempatan ini tidak boleh kita sia-siakan. Sebab, selain dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke
Mentawai, juga akan mencatat sejarah bagi perkembangan pariwisata Kepulauan Mentawai,” ungkapnya.
Selain potensi wisata selancar, kata dia, Mentawai juga dikenal dengan kearifan lokal budayanya yang khas. Menurut dia, pariwisata dan budaya menjadi branding untuk memberikan citra daerah Kepulauan Mentawai. Untuk itu, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kompetisi surfing Bupati Cup road to WSL QS 6000 tersebut.
Kepala dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kepulauan Mentawai, Aban Sikaraja mengatakan, kegiatan kompetisi Surfing Bupati Cup road to WSL QS 6000 tersebut, bekerjasama dengan cabang olahraga Persatuan Surfing Ombak Indonesia (PSOI) Kepulauan Mentawai dan tim dewan juri yang melibatkan pengurus Provinsi PSOI Sumbar.
Ketua Pengprov PSOI Sumbar, Harry Algamar mengatakan, kompetisi surfing Bupati Cup Road to WSL QS 6000 melibatkan 5 orang juri yang telah memiliki Lisensi lSA Level 3 Internasional Judge.
Dia mengatakan, kompetisi surfing Bupati Cup ini tujuannya menyaring atlet terbaik untuo diberikan fasilitas Wild Card QS 6000 nantinya.
“Wild Card ini bebas biaya Entry Fee WSL yg memang di setiap seri WSL selalu memberikan Free Entry kepada Atlet Lokal terbaik di setiap Etape nya WSL. Untuk QS 6000 nanti WSL memberikan 4 Wildcard untuk Mens Shortboard dan 4 Wildcard Womens Shortboard,” ungkapnya.
Dengan adanya Bupati Cup ini, kata dia, akan menjadikan trial bagi atlet surfing Mentawai untuk berkesempatan menguji skillnya di ajang Kompetisi Dunia yang akan dilangsungkan di Katiet awal Agustus 2026 mendatang.
Dia berharap, peluang ini bisa dimaksimalkan oleh pemerintah daerah Kepulauan Mentawai sebagai tuan rumah untuk kompetensi surfing kelas dunia tersebut. (arf)

