Jakarta, rakyatsumbar.id— Rumah Puisi Taufiq Ismail & Museum Sastra Indonesia bersama Majalah Sastra Horison dan Universitas YARSI resmi mengumumkan Lomba Baca Puisi Memperebutkan Piala Taufiq Ismail.
Kompetisi tingkat nasional ini terbuka bagi pelajar SMA, SMK, MA, dan pesantren dari seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta.
Pengumuman lomba dilakukan pada 24 Juli 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengapresiasi karya-karya penyair Taufiq Ismail melalui pembacaan puisi yang mengedepankan kualitas vokal, penghayatan, ekspresi, dan interpretasi.
Taufiq Ismail sendiri merupakan sastrawan Indonesia yang diusulkan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) dan Minang Diaspora sebagai calon penerima Hadiah Nobel Sastra.
Panitia menetapkan bahwa peserta merupakan pelajar aktif SMA/ SMK/ MA/ pesantren se-Indonesia yang dibuktikan dengan kartu pelajar atau surat keterangan dari sekolah.
Lomba bersifat perseorangan, setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu video pembacaan puisi, dan karya yang dikirim belum pernah menjadi juara pada lomba lain.
Panitia juga berhak mendiskualifikasi peserta yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
Puisi yang dibacakan harus merupakan karya Taufiq Ismail. Peserta bebas memilih salah satu dari lima puisi yang telah ditentukan, yakni “Celupkan Jarimu ke Air Lautan”, “Kita Merindukan Anak-Anak Indonesia”, “Kupu-Kupu di Dalam Buku”, “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini”, atau “Kembalikan Indonesia Padaku”.
Video lomba berdurasi 5–7 menit, direkam dalam posisi landscape, berformat MP4, dan memiliki resolusi minimal HD (1280 × 720). Pembacaan puisi dilakukan tanpa proses dubbing maupun musik latar sehingga yang dinilai murni kemampuan peserta dalam membacakan puisi.
Panitia memperbolehkan penyuntingan video hanya sebatas penambahan identitas pembuka dan penutup tanpa mengubah kualitas vokal peserta. Pada bagian awal video, peserta wajib memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, asal sekolah, kabupaten/kota, provinsi, serta judul puisi yang dibacakan.
Video kemudian diunggah ke sedikitnya dua media sosial, yakni YouTube, Instagram, Facebook, atau TikTok. Khusus unggahan di Facebook dan Instagram, peserta diwajibkan menandai akun Rumahpuisi TaufiqIsmail di Facebook, serta akun @museumsastraindonesia dan @taufiqismail.id di Instagram.
Setelah diunggah, tautan video dikirim melalui surat elektronik ke museumsastraindonesia@gmail.com dengan subjek LOMBA BACA PUISI PIALA TAUFIQ ISMAIL_NAMA PESERTA.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan lima aspek, yaitu vokal dan artikulasi (25 persen), penghayatan (30 persen), ekspresi dan gestur (20 persen), interpretasi puisi (15 persen), serta penampilan keseluruhan (10 persen).
Panitia menyediakan berbagai hadiah bagi para pemenang, yakni Piala/Trofi Taufiq Ismail, piagam penghargaan, paket buku, serta hadiah uang pembinaan dengan rincian Juara I sebesar Rp3.000.000, Juara II Rp2.000.000, Juara III Rp1.500.000, dan 10 pemenang harapan masing-masing memperoleh Rp500.000.
Adapun jadwal pelaksanaan lomba dimulai dengan pengumuman pada 24 Juli 2026, dilanjutkan pengiriman video pada 1 Agustus hingga 5 Oktober 2026. Dewan juri akan melakukan proses seleksi pada 6–25 Oktober 2026, sedangkan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 31 Oktober 2026.
Pengumuman para pemenang akan dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan 1 Abad Ruang Pendidik INS Kayutanam, sehingga diharapkan menjadi bagian dari perayaan penting dalam sejarah pendidikan dan sastra Indonesia.
Bagi pelajar yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan lomba, panitia membuka layanan narahubung melalui nomor +62 812-7414-9337 dan +62 821-6987-7399. (rel)

