Padang, Rakyat Sumbar – Pengosongan Gor Agus Salim di Kota Padang yang jadi polemik tak hanya menyisakan kegelisahan para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar lokasi, tetapi juga memunculkan kritik keras dari Ketua Peradi Kota Padang sekaligus Ketua Forum Komite SMK Negeri se-Kota Padang, Miko Kamal. Sebagai pengamat sosial, Miko Kamal menilai pemerintah daerah perlu segera merevisi pendekatannya dalam pembangunan infrastruktur agar tidak menimbulkan permasalahan sosial yang lebih besar.
Dalam wawancara eksklusif dengan Ciloteh Wanipin, Miko Kamal menyebutkan bahwa keberatan para PKL yang belum mendapatkan tempat yang layak pasca-pengosongan belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. “Salah satu solusi awal adalah PKL harus menyampaikan aspirasi mereka kepada DPRD Provinsi maupun DPRD Kota Padang. Namun ini bukanlah langkah akhir,” tegasnya.
Lebih jauh, Miko Kamal menyoroti bahwa pembangunan fisik seperti Gor Agus Salim harus mengedepankan konsep “pembangunan sensitif PKL.” Menurutnya, masyarakat Padang memiliki kultur kuat berdagang yang merupakan bagian dari identitas dan mata pencaharian warga. “Jika tidak dirancang secara inklusif, tempat bagi PKL pasca-pembangunan tidak disediakan secara serius, maka pemerintah hanya akan menciptakan masalah sosial baru yang akan menimbulkan ketegangan di masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan, jika hal ini diabaikan, bukan tidak mungkin terjadi konflik antara aparat, terutama Satpol PP, dengan PKL yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup mereka. “Bagi mereka, berdagang bukan soal kemewahan, tetapi kebutuhan dasar untuk hidup. Jadi, konsep pembangunan yang tidak peka akan realitas sosial masyarakat justru malah menambah beban rakyat kecil,” tambah Miko.
Kritik ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah yang tengah menangani pembangunan Gor Agus Salim. Miko Kamal menegaskan agar rancangan pembangunan tersebut segera direvisi dan disesuaikan dengan kebutuhan sosial masyarakat, terutama bagi PKL, agar tidak meneruskan konflik yang tak berujung.
Firman Wanipin, Pendiri kanal YouTube Ciloteh Wanipin dan wartawan Harian Umum Rakyat Sumbar, menambahkan bahwa pengosongan Gor Agus Salim harus disikapi secara serius dengan melibatkan komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat terdampak. “Transparansi dan responsivitas menjadi kunci untuk menghindari masalah sosial lebih besar,” ujarnya.
Masalah pengosongan Gor Agus Salim menjadi cermin penting bagi pembangunan kota yang berkeadilan dan inklusif. Pemerintah diharapkan segera menyelesaikan persoalan tanpa mengorbankan hak dan kehidupan masyarakat kecil.(fwi)

