Site icon rakyatsumbar.id

Kota Pariaman Terima Tambahan Dana TKD Rp13 Miliar dari Pusat

Wali Kota Pariaman Yota Balad saat berbincang dengan Kepala BPKPD Pemko Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis.

Wali Kota Pariaman Yota Balad saat berbincang dengan Kepala BPKPD Pemko Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis.

Pariaman, rakyatsumbar.id— Sejalan dengan komitmen jajaran Pemko Pariaman untuk memberikan pelayanan yang optimal dan terbaik kepada masyarakat berjuluk Kota Tabuik ini, sejumlah kabar baik juga terus mengiringi langkah perjalanan Pemerintahan Kota Pariaman yang dipimpin oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad.

Memang tidak dinafikan, Kota Pariaman dibawah kepemimpinan Yota Balad bersama Wakil Wali Mulyadi, terlihat cukup banyak meraih pencapaian positif.

Teranyar, Kota Pariaman tercatat sebagai daerah atau kota

penerima penambahan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD), sebesar Rp13 miliar, yang dikhususkan sebagai dukungan untuk pemenuhan penggajian aparatur sipil negara.

Adanya tambahan anggaran TKD ini jelas disambut gembira oleh pihak Pemko Pariaman, terlebih Kota Pariaman sendiri juga tercatat sebagai satu-satunya kota di Provinsi Sumatera Barat yang beruntung sebagai penerima.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat atau Nota Dinas

Direktorat Dana Transfer Umum Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, tertanggal 6 Agustus tahun 2026.

Seperti diakui Wali Kota Pariaman Yota Balad, dengan adanya  penambahan dana TKD ini tentunya akan semakin mendorong ruang fiskal daerah, sekaligus juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi penyelesaian berbagai keterbatasan fiskal, khususnya terkait pemenuhan gaji aparatur, atau untuk penambahan gaji pegawai atau aparatur yang ada.

Karenanya, di samping untuk membiayai kebutuhan kekurangan gaji dan belanja pegawai, Pemko Pariaman berharap penambahan dana TKD ini tentunya juga diharapkan bakal berdampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan dalam rangka dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memajukan berbagai sektor pembangunan di Kota Pariaman.

Tidak kalah pentingnya, penambahan TKD ini juga diharapkan akan bisa menutupi kekurangan gaji pegawai yang ada, sehingga dengan begitu diharapkan bisa memberikan akses yang lebih luas lagi terhadap ruang fiskal daerah.

“Karena itulah, sebagai wali kota, saya tentunya sangat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena kami dari Kota Pariaman telah menerima tambahan anggaran TKD khususnya untuk gaji pegawai atau aparatur yang ada di lingkungan Kota Pariaman. Juga terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Mendagri, Tito Karnavian. Semoga penambahan anggaran TKD yang kami terima ini bisa dimanfaatkan dan dipergunakan sepenuhnya dengan sebaik-baiknya,” sebut Yota Balad saat berbincang dengan koran ini didampingi Kepala BPKPD Pemko Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis.

Sebagai kepala daerah, YotaBalad mengaku pihaknya sangat mengapresiasi dukungan dan perhatian pemerintah pusat, khususnya terhadap kemajuan pembangunan Kota Pariaman selama ini.

Baik itu dukungan dalam bentuk pemberian Transfer Keuangan Daerah (TKD), maupun dukungan sejumlah program lainnya yang bersentuhan langsung dengan kepentingan hajat masyarakat banyak yang ada di Kota Pariaman.

Begitu pula untuk peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat Kota Pariaman lainnya.

Menurutnya, terkait upaya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat misalnya, Kota Pariaman sebelumnya juga berhasil mendapatkan bantuan sebanyak 516 Rumah Sehat Sederhana atau RSS.

“Bantuan yang diterima ini tentunya jelas sangat berarti, terutama dalam membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu yang rumahnya tergolong masih kurang memadai atau tidak layak huni,” terang Yota Balad.

Senada dengan itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pemko Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis mengaku sangat gembira atas keberhasilan Kota Pariaman bisa mendapatkan penambahan dana TKD dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, sesuai surat permohonan yang kita ajukan sebelumnya, ternyata diapresiasi oleh pihak pemerintah pusat, untuk itu sesuai dengan pernyataan Pak Walikota, kita jelas sangat berterima kasih untuk itu semua,” ujar Rudy Repenaldi Rilis, yang juga mantan Sekdakab Padangpariaman ini.

Ditambahkan, disamping adanya penerimaan dana TKD dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk mendorong kemajuan berbagai sektor pembangunan di sekitar Kota Pariaman, jajaran Pemko Pariaman melalui Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) juga terus berupaya menggenjot sektor penerimaan PAD.

Dimana, dari total target penerimaan PAD tahun 2026, yaitu sebesar Rp76 miliar lebih, saat ini telah berhasil terealisasi sekitar 53,05 persen lebih atau Rp40 miliar lebih.

Menariknya, penerimaan PAD Kota Pariaman juga terus terupdate setiap  harinya. Demikian pula dana penerimaan PAD ini juga bisa dipantau atau diakses secara detil dan transfaran melalui aplikasi. https : Simon.pariamankota.go.id

“Alhamdulillah, sampai hari ini, realisasi PAD kita telah mencapai 53 persen lebih, dan diperkirakan datanya akan terus bergerak setiap harinya. Tentunya sesuai laporan penerimaan PAD yang datanya terus  terimput setiap harinya,” ujar Rudy Repenaldi Rilis.

Ditegaskannya, untuk bisa terus menggenjot dan meningkatkan penerimaan PAD, pihaknya juga terus berupaya menyasar dan menyisir sejumlah sektor penerimaan potensial PAD yang ada, tentunya yang berpotensi bisa menjadi pemasukan bagi penerimaan PAD bagi Kota Pariaman.

Juga tidak kalah pentingnya, pihaknya juga terus berupaya maksimal, meningkatkan kesadaran masyarakat, baik dalam hal kesadaran pembayaran retribusi maupun kesadaran membayar kewajiban pajak lainnya.

Dengan begitu diharapkan akan lahir kesadaran bersama terkait arti penting kontribusi PAD dalam mendorong kemajuan berbagai sektor pembangunan yang ada di Kota Pariaman.

“Untuk itulah, agar lebih maksimalnya hasil yang diharapkan, kita secara rutin melakukan evaluasi secara berkala, begitu pula halnya upaya pengawasannya, sehingga hasil yang dicapai bila lebih maksimal dalam meningkatkan pendapatan bagi Kota Pariaman,” terang Rudy mengakhiri. (ris)

Exit mobile version