Padang, rakyatsumbar.id—Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Agam, termasuk PGRI Kecamatan Malalak berkesempatan mengikuti Konferensi Kerja Provinsi Sumatera Barat dengan mengirimkan peserta dari perwakilan 16 kecamatan dan 3 dari Pengcab Agam.
Rombongan peserta dari PGRI Agam sendiri terlihat dipimpin langsung Ketua PGRI Agam Iskandar, SPd. MH.
Dalam kegiatan diskusi yang bejalan alot dan panas, akhirnya berhasil menghasilkan keputusan bersama yang akan di bawa pengurus PGRI Sumbar ke tingkat pusat.
Diantaranya, tentang keamanan seluruh guru dalam menjalankan tugas dan profesinya, kesejahteraan guru dan menjadikan sekolah bisa menjadi tempat nyaman untuk anak anak belajar.
Seperti diakui Ketua PGRI Agam Iskandar, SPd. MH, bahwa momentum Konferensi Kerja PGRI Sumbar merupakan wadah strategis guna membahas dan membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan upaya perbaikan nasib guru dan juga perlunya peningkatan peran guru dalam memberdayakan anak didik yang ada.
“Seperti terlihat, dalam Konferensi kali ini berhasil melahirkan beberapa rekomendasi penting dalam rangka perbaikan nasib guru ke depannya. Begitu pula halnya perlunya menjadikan sekolah atau lembaga pendidikan sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi anak,” terangnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PGRI Pusat Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd. Pihaknya mengaku sangat bangga melihat kehadiran Guru Sumatera Barat, dihadiri Kakanwil Kemenag Sumbar, dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansyarullah.
Kepala MIS Toboh, Kecamatan Malalak, Afrizon mengaku bangga bisa mengikuti Konferensi Kerja PGRI Sumbar yang berlangsung di Kota Padang itu.
“Momen konferensi ini jelas sangat strategis, terutama dalam rangka menyuarakan berbagai aspirasi yang dihadapi para guru yang ada di Sumbar. Semoga ke depannya PGRI Sumbar dan Agan bisa lebih baik dan lebih maju lagi,” terangnya. (ris)

