Site icon rakyatsumbar.id

Jumpa Novelis dan Duta Baca Indonesia Gol A Gong: Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat 

Duta Baca Indonesia Gol A Gong ketika menggelar kegiatan Safari Literasi Keliling Sumatera di Komunitas Seni Kuflet, Selasa (06/10/2026).

Duta Baca Indonesia Gol A Gong ketika menggelar kegiatan Safari Literasi Keliling Sumatera di Komunitas Seni Kuflet, Selasa (06/10/2026).

Padangpanjang, rakyatsumbar.id– Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang menggelar Jumpa Novelis dan Duta Baca Indonesia bersama Gol A Gong dalam rangkaian Safari Literasi Keliling Sumatera, Selasa (06/10/2026).

Turut hadir Sastrawan Adri Sandra, Perupa Hamzah, Pembina Kuflet yang juga Founder Sekolah Menulis elipsis Muhammad Subhan, Nanik Muis, Marlon Geraadts dari Belanda, Eni Warni guru dari Lintau, Yuni, Ida Herida berserta keluarga besar Kuflet. Kegiatan ini dimoderatori oleh Muhammad Subhan.

Ketua Harian Kuflet Nofal Dwi Saputra mengatakan, Komunitas Seni Kuflet berterima kasih kepada Sastrawan dan Duta Baca Indonesia Gol A Gong yang telah memilih Kuflet sebagai tempat untuk berlabuh dan berbagi.

“Semoga pertemuan ini tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pikiran, pengalaman, serta menumbuhkan semangat berkesenian dan berkarya,” tuturnya.

Pendiri sekaligus penasihat Komunitas Seni Kuflet Dr. Sulaiman Juned, M.Sn, mengatakan, kegiatan ini tentu sangat bermanfaat dan berguna bagi generasi Kuflet khususnya dan penulis serta pegiat literasi di Kota Padangpanjang.

“Karena dengan mengetahui proses kreatif pengarang tentu dapat menjadi motivasi dan pelajaran yang sangat berharga untuk menjadi seorang penulis tangguh,” paparnya.

Pemantik diskusi Sastrawan yang juga Duta Baca Indonesia Gol A Gong  mengatakan, pernah menjadi juara dunia cabang olahraga Badminton untuk disabilitas.

“Ketika saya kehilangan tangan, Ayah yang merupakan guru olahraga mengatakan, kamu kehilangan tangan, tapi kamu tidak boleh kehilangan cita-cita,” papar penulis tahun 90-an itu.

Gol A Gong menambahkan, perjumpaan dengan para novelis membuka pikiran  bahwa menulis itu bisa menjadi kita dikenal dunia. Ketika saya menjadi wartawan jiwa membaca itu yang membawa pada keberhasilan.

“Setelah kehilangan tangan kanan, mulailah membaca 1 buku 1 hari. Jadi, jangan takut untuk punya kekurangan kalau kamu punya kelebihan,” tegas Founder Rumah Dunia itu.

Kemudian Moderator Muhammad Subhan mengulik cerita dari latar belakang Gol A Gong yang di Komunitas Seni Kuflet, yang awalnya seorang atlet Badminton kemudian menjadi penulis.

Gol A Gong menjelaskan, asal muasal nama Gol A Gong ketika orang tua  mengetahui dirinya menjadi penulis, dan Ayah berseru Gol dan ibu katakan karyamu harus seperti bunyi gong yang menggema.

“Gol A Gong juga diartikan sebagai semua kesuksesan berasal dari Allah,” ungkapnya.

Peserta yang merupakan Guru SMKN 1 Padangpanjang Yuni bertanya, dimana dalam membuat novel kita perlu melakukan riset dan kalau dikembangkan dapat jadi itu tidak valid.

Gol A Gong menjelaskan, terkadang dalam menulis orang lupa bahwasannya yang ditulis justru bukan novel melainkan kisah hidup dirinya dan orang lain. Padahal dalam menulis novel ada unsur interinsik.

“Bagaiman kita dapat menyusun dari chapter 1 transisi ke chapter 2, serta plotwist dan paham menyusun poinnya, kalau tidak paham, maka bisa jadi novel yang dibuat tidak menarik,” ujarnya.

Gol A Gong menutup diskusi yang hangat di Kuflet, menjadi berguna jauh lebih penting dari pada sekedar jadi orang penting. Lalu, membaca itu sehat, menulis itu hebat.

Sulaiman Juned menambahkan, Komunitas Seni Kuflet memang setiap hari Sabtu selalu menggelar diskusi seni, Sastra, Senirupa, Teater dan Film.

Kemudian setiap tiga bulan sekali mengundang para pakar untuk menjadi narasumber yang sudah barang tentu berbagi ilmu.

“Ini kali berkesempatan hadir Gol A Gong yang sedang melakukan Safari Literasi ke Sumatera lantas kita gelar Jumpa Novelis dan Duta Baca Indonesia, agar adik-adik di Kuflet dapat menyerap pengalaman yang maha dahsyat dari sahabat Gol A Gong.  Beginilah rutinitas di Kuflet. Terima kasih Kang, sudah berkenan berbagi,” ujar Sastrawan, teaterawan yang juga Dosen Seni Teater ISI Padangpanjang ini. (ned)

Exit mobile version