Site icon rakyatsumbar.id

Jelang 2026 Distribusi Air Bersih di Padang Kembali Normal

Direktur Utama Perumda AM Padang Hendra Pebrizal mendampingi langsung tim Kementerian PU saat melakukan kunjungan dan peninjauan intake yang mengalami kerusakan.

Padang, Rakyat Sumbar – Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pemulihan layanan air bersih di Kota Padang pascabanjir bandang. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Diana Kusumastuti, turun langsung meninjau kerusakan Intake Palukahan milik Perumda Air Minum Kota Padang yang rusak parah akibat diterjang banjir bandang, Kamis (18/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Wamen PU menegaskan bahwa percepatan perbaikan intake Palukahan menjadi prioritas utama agar distribusi air bersih ke masyarakat tidak terganggu. Pasalnya, fasilitas vital tersebut mengalami kerusakan hampir total.

“Jangan sampai Kota Padang tidak dialiri air hanya karena intake ini rusak. Perbaikan darurat harus segera diselesaikan. Pipa transmisi sudah disiapkan,” tegas Diana di lokasi.

Ia menyampaikan, progres pemasangan pipa darurat saat ini telah mencapai 83 persen. Meski belum sepenuhnya pulih, suplai air bersih ke masyarakat masih tetap berjalan.

Wamen PU Diana Kusumastuti didampingi Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal saat meninjau intake Palukahan.

“Artinya air masih mengalir ke masyarakat. Jika pemasangan pipa mencapai 100 persen, maka aliran air akan kembali normal sepenuhnya,” jelasnya.

Selain perbaikan darurat, Diana memastikan bahwa pembangunan permanen intake Palukahan akan dilaksanakan pada tahun 2026 dengan desain yang lebih tahan terhadap bencana alam.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, bersama sejumlah anggota DPRD turut meninjau langsung kondisi intake yang mengalami kerusakan parah. Ia menyebutkan bahwa meski kerusakan cukup berat, proses pemulihan terus dilakukan secara intensif.

“Kanal sudah dibersihkan. Saat ini tinggal penyambungan pipa yang putus sepanjang sekitar 780 meter,” ungkapnya.

Menurut Muharlion, sebanyak 260 batang pipa pengganti telah tiba di Padang dan proses perbaikan ditargetkan rampung sebelum pergantian tahun.

Kunjungan Wamen PU, Diana Kusumastuti ke intake Palukahan untuk memastikan kondisi terkahir jelang dilakukan perbaikan.

“Kami melihat Perumda Air Minum sudah bekerja maksimal, didukung Kementerian PU, balai, serta anggota DPR RI Zigo Rolanda. Tantangan utama saat ini hanya cuaca yang belum bersahabat,” katanya.

Para petugas terlihat tetap bekerja di tengah derasnya air demi mempercepat pelayanan.

Ia berharap minimal pada awal tahun, suplai air bersih ke masyarakat kembali normal, sehingga krisis air bersih pasca banjir bandang serta teratasi.

Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menargetkan penyambungan pipa Intake Palukahan rampung pada 1 Januari 2026 sehingga dapat kembali beroperasi normal.

“Kehadiran Ketua dan anggota DPRD menjadi penyemangat bagi kami untuk menuntaskan pekerjaan sesuai target,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, satu jalur pipa darurat telah mulai berfungsi dengan pemasangan pipa DN 400. Selain itu, bantuan 260 batang pipa dari Kementerian PU telah tiba di Padang menggunakan tiga unit truk.

Direktur Utama Perumda AM Padang Hendra Pebrizal memberikan informasi seputar kerusakan yang di alami intake Palukahan usai banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Mudah-mudahan dengan semangat kebersamaan, percepatan pemulihan layanan air minum untuk masyarakat Padang dapat segera diselesaikan,” katanya.

Diketahui, Intake Palukahan memiliki kapasitas produksi sebesar 300 liter per detik dan mengalami kerusakan hingga 80 persen akibat banjir bandang. Saat ini, air telah masuk ke kanal secara darurat dan tinggal menunggu penyambungan pipa yang penyok akibat himpitan batu besar.

Pekerjaan perbaikan meliputi penyambungan pipa darurat sepanjang 230 meter untuk jalur satu, serta pemasangan pipa HDPE DN 250 sepanjang 780 meter pada dua jalur pipa.

“Kami tetap optimistis dan berkomitmen mempercepat pemulihan layanan air bersih, khususnya bagi masyarakat di wilayah Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, dan sebagian Padang Utara,” pungkas Hendra.*

Exit mobile version