Padang, Rakyat Sumbar — DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat ekosistem usaha Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sumatera Barat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui forum strategis dan pertemuan khusus anggota HMD GEMAS Sumbar yang akan digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, di Hotel Pangeran Beach Padang.
Kegiatan itu bertujuan memperkuat kapasitas usaha para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus membuka akses pembiayaan, investasi, dan pengembangan usaha pendukung Program MBG di Sumatera Barat.
Ketua DPW HMD GEMAS Sumbar, Marlis, mengatakan Program MBG kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai program bantuan pangan, tetapi telah berkembang menjadi penggerak ekonomi baru yang melibatkan banyak sektor usaha masyarakat.
“Program MBG membuka peluang ekonomi yang sangat besar. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, logistik hingga industri pengolahan pangan. Karena itu, para mitra SPPG harus mulai membangun usaha secara profesional dan memiliki tata kelola yang baik,” ujarnya di Padang, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, kerja sama dengan BSI dan Kanwil DJPb Sumbar menjadi langkah penting dalam membangun fondasi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi para mitra MBG di daerah.
“Kami ingin anggota HMD GEMAS tidak hanya menjadi pelaksana dapur MBG, tetapi juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri, profesional, dan memiliki akses pembiayaan yang sehat,” katanya.
Dalam agenda kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan pemaparan terkait produk pembiayaan dan investasi dari BSI, termasuk peluang pembiayaan usaha produktif bagi pengelola SPPG dan pelaku usaha pendukung MBG.
Selain itu, juga akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kanwil DJPb Sumbar dan DPW HMD GEMAS Sumbar terkait pembinaan serta pendampingan tata kelola operasional SPPG di Sumatera Barat.
Kepala Kanwil DJPb Sumbar dijadwalkan hadir untuk memberikan pemaparan mengenai pentingnya akuntabilitas, tata kelola anggaran, serta pendampingan operasional SPPG agar Program MBG berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Area Manager BSI Sumatera Barat, Hadi Wajaya, menyambut positif langkah HMD GEMAS Sumbar dalam membangun ekosistem usaha berbasis kerakyatan melalui Program MBG.
Menurutnya, Program MBG memiliki multiplier effect besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pangan, pertanian, peternakan, dan UMKM lokal.
“BSI melihat Program MBG bukan hanya program sosial pemerintah, tetapi juga ekosistem ekonomi baru yang sangat potensial. Karena itu kami siap memberikan dukungan pembiayaan, edukasi keuangan, dan solusi investasi syariah bagi para mitra SPPG,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Sumbar, Mohamad Dody Fachrudin, menegaskan keberhasilan Program MBG membutuhkan tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.
“Program MBG merupakan program prioritas nasional yang memiliki dampak sosial dan ekonomi besar. Karena itu seluruh proses pengelolaan anggaran dan operasional harus berjalan profesional dan tepat sasaran,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah HMD GEMAS Sumbar yang aktif membangun sinergi dengan pemerintah dan lembaga keuangan dalam memperkuat operasional SPPG di daerah.
Forum tersebut nantinya juga menjadi ruang diskusi terbuka terkait berbagai persoalan operasional SPPG di lapangan, mulai dari pengelolaan bahan baku, pembiayaan usaha, tata kelola administrasi, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan ini diperkirakan dihadiri puluhan pengelola SPPG, pelaku UMKM pangan, mitra usaha, serta unsur pemerintah dan perbankan di Sumatera Barat.
Bagi HMD GEMAS Sumbar, langkah kolaboratif ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem MBG yang modern, produktif, akuntabel, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah di Sumatera Barat.(*)

