Padang, rakyatsumbar.id— Berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat kembali menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Padang, Dr. Hendrizal, M.Pd.
Memasuki masa Reses Tahun I yang berlangsung 2–6 September 2026, legislator yang akrab disapa Buya Hendrizal itu turun langsung menemui masyarakat di tiga kelurahan untuk mendengarkan sekaligus menjemput aspirasi warga.
Tiga wilayah yang menjadi lokasi reses tersebut yakni Kelurahan Pegambiran Ampalu, Kampung Jua, dan Banuaran. Pertemuan dengan masyarakat berlangsung sebagai ruang dialog antara wakil rakyat dan konstituen.
Sejumlah aspirasi pun mengemuka, mulai dari kebutuhan pembangunan prasarana fisik, pengadaan barang dan jasa, hingga permintaan pelaksanaan bimbingan teknis serta berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.
Bagi Hendrizal, reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan silaturahmi dengan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara langsung akan membantu wakil rakyat memahami persoalan yang benar-benar dihadapi warga di lapangan.
“Perlunya membangun hubungan silaturahmi antarsesama warga,” ujar Hendrizal.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan dikelompokkan berdasarkan skala prioritas.
Selanjutnya, berbagai usulan tersebut akan diselaraskan dengan program unggulan Wali Kota Padang, sehingga aspirasi masyarakat memiliki arah yang jelas dan dapat diupayakan masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
Sebagai wakil rakyat, Hendrizal menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah masyarakat sesuai kapasitas dan kewenangan yang dimilikinya.
Namun, ia menyadari bahwa tidak seluruh aspirasi dapat direalisasikan sekaligus. Karena itu, penentuan prioritas menjadi penting agar program yang diperjuangkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Dengan demikian, bantuan dan program yang nantinya direalisasikan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, pendekatan berdasarkan asas manfaat, skala prioritas, serta tingkat kebutuhan yang mendesak akan menjadi pertimbangan dalam memperjuangkan aspirasi warga.
Dengan cara tersebut, setiap usulan tidak hanya berhenti sebagai catatan hasil reses, tetapi diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan dan koordinasi dengan pihak terkait.
Kegiatan reses ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada wakilnya di parlemen.
Di sisi lain, bagi anggota DPRD, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kondisi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dengan konstituen.
Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, Hendrizal berharap hubungan antara wakil rakyat dan warga tidak hanya terjalin saat masa reses, tetapi terus terbangun melalui komunikasi dan silaturahmi yang berkelanjutan.
Aspirasi yang dihimpun dari Pegambiran Ampalu, Kampung Jua dan Banuaran pun menjadi bagian dari catatan perjuangan untuk mendorong pembangunan Kota Padang yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (edg)

