Padang, Rakyat Sumbar — Menyambut penilaian Adipura 2026, jajaran Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, bersama pengurus RT, RW, Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Sakato dan masyarakat memperkuat sinergi menjaga kebersihan lingkungan.
Kolaborasi tersebut terlihat pada Sabtu (17/10/2026), saat Lurah Gunung Sarik Dodi Chandra, Ketua LPS Sakato Gunung Sarik Anwar, Ketua RT 05 RW 08 Perumahan Tarok Indah 1 Busrial, serta Ketua RW 011 Tarok Indah 2 Firman Wanipin meninjau dan mendukung penataan lingkungan yang menjadi salah satu objek penilaian Adipura 2026.
Kawasan yang menjadi perhatian berada di sepanjang jalan dari Simpang Rambutan menuju RT 05 RW 08 Perumahan Tarok Indah 1. Kebersihan badan jalan, penataan lingkungan, kondisi drainase dan pengendalian sampah menjadi bagian penting dalam persiapan tersebut.
Lurah Gunung Sarik, Dodi Chandra, mengaku bangga wilayahnya dipercaya menjadi salah satu kawasan yang dinilai dalam program Adipura 2026. Ia turun langsung meninjau kondisi lingkungan dan mengapresiasi keterlibatan masyarakat.
“Saya sangat bangga dan senang Kelurahan Gunung Sarik menjadi salah satu daerah yang masuk penilaian Adipura 2026. Dari Simpang Rambutan hingga RT 05 RW 08 Perumahan Tarok Indah 1, terlihat kiri dan kanan jalan bersih serta tertata dengan baik,” ujar Dodi.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara pengurus RT, RW, LPS dan masyarakat. Ia berharap semangat gotong royong terus dipertahankan, bukan hanya menjelang penilaian, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua RT 05 RW 08 Perumahan Tarok Indah 1, Busrial, juga menyambut gembira kawasan yang dipimpinnya menjadi salah satu lokasi penilaian Adipura 2026.
Ia berharap kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga kebersihan dan memperindah lingkungan.
Busrial turut menyoroti pelaksanaan Padang Rancak Award (PRA) 2026. Pada sesi kedua tingkat Kota Padang, penghargaan RT terbaik diumumkan dan diserahkan pada 1 Oktober 2026 kepada RT 03 RW 06 Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Namun, menurut Busrial, kawasan penerima penghargaan tersebut tidak termasuk dalam daftar lokasi yang menjadi objek penilaian Adipura 2026. Ia berharap pelaksanaan Padang Rancak Award pada 2027 mendatang semakin cermat dan memiliki keterkaitan yang jelas dengan upaya pembinaan serta peningkatan kualitas lingkungan.
“Harapan kami, Padang Rancak Award ke depan benar-benar menjadi motivasi bagi RT dan masyarakat untuk menjaga kebersihan serta menata lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 011 Tarok Indah 2, Firman Wanipin, menyatakan kesiapan wilayahnya untuk mendukung Kelurahan Gunung Sarik dalam menghadapi penilaian Adipura 2026.
“Kami siap menyukseskan Kelurahan Gunung Sarik yang dipercaya menjadi salah satu daerah penilaian Adipura 2026. Kami siap berkoordinasi dan berkolaborasi, terutama memastikan jalan-jalan utama menuju RT 05 RW 08 Perumahan Tarok Indah 1 bersih dari sampah, rumput liar terkendali, dan drainase terjaga kebersihannya,” kata Firman.
Ia menegaskan, dukungan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama antarwilayah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Ketua LPS Sakato Gunung Sarik, Anwar, menambahkan bahwa pihaknya siap menjalankan peran dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Anwar, LPS akan terus mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, menjaga lingkungan tetap rapi, serta mendukung upaya menjadikan Gunung Sarik semakin tacilak—bersih, indah dan elok dipandang.
“LPS Sakato siap berperan aktif menjaga Gunung Sarik tetap bersih dan rapi. Kami ingin kebersihan ini menjadi kebiasaan bersama, sehingga lingkungan semakin tacilak dan masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.
Kolaborasi pemerintah kelurahan, RT, RW, LPS dan masyarakat tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan Gunung Sarik menghadapi penilaian Adipura 2026 sekaligus membangun budaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.(fwi)

