Padangpariaman, rakyatsumbar.id –Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Padangpariaman bekerjasama dengan Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alister) Sumbar gelar Training User Pestisida Terbatas di Aula Samba Lado, Pariaman Selatan, Kamis (11/06/2026).
Training user pestisida terbatas tersebut dibuka lansung oleh Kepala Bidang Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Padangpariaman, Dr. Riska Kurnia.
Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Syafrizal menjelaskan, pelatihan pestisida terbatas merupakan pestisida yang digunakan pada bidang tertentu sesuai dan diatur dalam UU 22/2019 tentang sistim budidaya pertanian berkelanjutan dan Permentan 43/2019.
Ia menyebut pelatihan yang di laksanakan pada hari ini difokuskan pada penggunaan herbisida. Herbisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan gulma (rumput liar) yang menjadi pesaing bagi tanaman budidaya yang secara ekonomis dapat menimbulkan kerugian (kehilangan hasil/panen) bagi petani.
Kembali menerangkan, untuk penggolongan pestisida dapat dibagi menjadi 8 golongan, yaitu Insektisida, herbisida, fungisida, rodentisida, nematosida, bacterisida, akarisida dan moluskasida.
Tujuan penggolongan jenis pestisida dimaksudkan untuk spesifik target atau sasaran yang akan dikendalikan agar hasil yang diperoleh maksimal dan tepat sasaran bagi tanaman petani.
Direktur Eksekutif Alishter ini kembali mengatakan, untuk penggunaan herbisida memberikan dampak positif dan dampak negatif bagi petani dan lingkungan sekitarnya.
“Yang penting di perhatikan adalah dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan herbisida baik bagi petani maupun lingkungan sekitarnya. Kita berharap agar pengendalian gulma haruslah berdasarkan pada prespektif keamanan pangan. Artinya kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah bahan pangan dari tiga cemaran yaitu cemaran kimia, cemaran biologis dan cemaran yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan manusia itu sendiri,” terang Syafrizal.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian Padangpariaman, Dr Riska Kurnia menyampaikan terimakasih kepada pihak Alishter yang sudah membantu mengadakan kegiatan pelatihan penggunaan herbisida terbatas untuk petugas penyuluh lapangan (PPL) dan perwakilan kelompok tani di wilayah Padangpariaman.
Mudah-mudahan seluruh peserta pelatihan ini dapat mengikuti acara dengan bersungguh-sunggguh, sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan, wawasan dan dapat mengaplikasikan dilapangan diwilayah kerja masing-masing.
Adapun jumlah peserta diikuti 100 orang dari perwakilan kelompok tani dan penyuluh pertanian di beberapa kecamatan yang ada di Padangpariaman.
Dr. Rika menegaskan tujuan dari pelatihan ini diberikan agar petani memahami bagaimana menggunakan pestisida dan herbisida yang baik dan benar, tidak saja cara menyemprot tanaman agar pestisida dan herbisida yang digunakan efesien.
“Namun, bagai mana pestisida yang digunakan tidak membahayakan petani pengguna di saat mempraktekan di kehidupan sehari-hari,” terang Dr. Riska Kurnia. (hmi)

