Site icon rakyatsumbar.id

Dr. Rasmida,S.Sn., M.Sn akan Pentaskan Karya Tari Retaknya Pelita di Ivent SIPA

Padangpanjang, rakyatsumbar.id–Koreografer Tari yang juga Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang Dr. Rasmida, S.Sn.,M.Sn akan mementaskan karya tari komtemporer pada ajang Solo Internasional Performing Art (SIPA), Sabtu (12/09/2026) pukul 20.00 WIB.

Menariknya, selain sebagai koreografer, Rasmida juga turun langsung sebagai penari memerankan tokoh ibu. Dimana, karya tari juga pernah dipentaskan di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam ISI Padangpanjang tanggal 8 September lalu.

Ketika dihubungi, Rasmida menyampaikan, Karya Tari Retaknya Pelita menjadi cermin keresehan seorang ibu di era digital. Dimana, gempuran teknologi telah menyesar ke dalam rumah tangga, termasuk kebiasaan orang tua yang lebih banyak berkomunikasi melalui gawai dibanding tatap muka dengan anaknya.

“Retaknya Pelita ini lahir dari keresahan personal. Ada 3 wajah “Ibu” yang ingin saya sampaikan di sini: Ibu Biologis yang menanti anak di rumah, Ibu Pendidik yang cemas melihat muridnya jauh dari nilai, dan Ibu Kreatif yang resah melihat tradisi mulai redup karena gawai,” ungkap Dr. Rasmida kepada rakyatsumbar.id.

Karya ini mengisahkan benturan antara kehangatan “pelita” kasih ibu dengan dinginnya dunia digital yang menyeret anak menjauh. Visual panggung dipenuhi kontras cahaya amber dan biru, serta simbol piring pecah dan live painting sebagai metafora “retak”.

Pertunjukan ini didukung oleh Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Sanggar Seni Titian Aka, dan SIPA. Dengan musik oleh Dr. Rafiloza,S.Sn.,M.Sn.

Sementara, Penari oleh Leoni Intan Sari, Rajif Ayunda, serta Mhd. Arif Silfandhi.

“Semoga karya ini jadi pengingat. Jangan sampai pelita di rumah kita padam karena kita terlalu sibuk menatap layar. Jangan sampai pelita di rumah padam karena kita sibuk menatap layar,” tutupnya. (ned)

Exit mobile version