Padang, Rakyat Sumbar – Dalam kancah politik Indonesia, nama Dr Hermanto Tanjung kian viral sebagai sosok wakil rakyat yang benar-benar membumikan perjuangan. Pria asal Kurai Taji, Padang Pariaman, ini bukan hanya dikenal sebagai anggota DPR RI selama 14 tahun, melainkan juga sebagai figur yang sangat dekat dan peduli pada petani dan nelayan di Sumatera Barat. Berawal dari dunia akademis sebagai dosen sekaligus Pembantu Dekan di Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Asy-Syafiiyah, serta meraih gelar doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB), Hermanto membawa keilmuan dan idealisme ke dalam ruang politik.
Ketika Dr. Hermanto aktif di DPR RI, ia menjadi berita viral berkat ketegasannya dalam memperjuangkan sektor pertanian dan kelautan Sumatera Barat. Salah satu momen yang banyak diperbincangkan masyarakat adalah saat Hermanto turun langsung ke sawah dan pesisir, berinteraksi dengan petani dan nelayan, bukan sekadar beretorika di gedung parlemen. Aksinya tersebut mengangkat narasi politik yang dekat dengan rakyat kecil, berbeda dari kebanyakan politisi yang terkesan jauh dari realitas.
Keberhasilannya dalam mendorong bantuan alat mesin pertanian, penyediaan bibit unggul, dan perlindungan pangan di daerah menjadi sorotan media nasional, yang menilai ia sebagai ‘Pejuang Pangan’ yang tulus dan konsisten. Larut dalam pemberdayaan juga, Hermanto aktif mempopulerkan peran Kelompok Wanita Tani (KWT), yang viral karena model pemberdayaan dan pemberian akses modalnya bagi perempuan petani sukses meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga kecil di pedesaan Sumbar.
Sosok Herman juga terkenal viral melalui koleksi foto historisnya bersama tokoh-tokoh nasional, seperti KH Sholeh Iskandar—ikon perjuangan kemerdekaan yang namanya diabadikan sebagai jalan di Bogor—serta M. Natsir, simbol perjuangan nasional secara intelektual dan politik. Keterlibatan Hermanto dalam kegiatan nasional ini menggarisbawahi perannya yang lebih luas sebagai pejuang nilai-nilai bangsa dan penguat identitas budaya serta sejarah.
Tidak sekadar viral di ranah politik dan sosial, perjumpaan pribadi dengan Hermanto pun kerap menjadi buah bibir. Dalam sebuah momen kekeluargaan di Kota Padang, kehadiran Hermanto secara spontan dari Jakarta direspon hangat dan viral di kalangan masyarakat sekitar, menggambarkan sosok yang rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Gaya sederhana dan sikap humanisnya menghilangkan stigma formalitas yang biasanya melekat pada pejabat tinggi.
Selain itu, setiap kali Dr. Hermanto kembali ke Kota Padang, ia selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan berdiskusi dengan Firman Wanipin, pendiri channel YouTube Ciloteh Wanipin. Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi keduanya untuk melakukan dialog produktif mengenai masa depan Sumatera Barat, strategi pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan. Kolaborasi intelektual ini memperkuat komitmen Hermanto dalam menciptakan perubahan nyata untuk daerah kelahirannya.
Nama Dr. Hermanto Tanjung bahkan ramai diperbincangkan di media sosial dan komunitas masyarakat petani yang melihatnya sebagai simbol harapan dan keadilan dalam kerumitan politik Indonesia. Tagar #PejuangPangan dan #PenggerakKWT kerap muncul sebagai bentuk penghormatan sekaligus kampanye untuk mendorong pemberdayaan pertanian berbasis masyarakat yang ia wakili.
Kisah hidup dan kiprah Dr. Hermanto adalah contoh nyata bagaimana intelektualitas dan kepedulian bisa berjalan seiring. Dari ruang kuliah universitas hingga ladang dan pesisir Minang, ia membuktikan kepemimpinan ideal yang bukan hanya bicara, tetapi juga bekerja dan menginspirasi perubahan. Kini, meski tak lagi menjabat di DPR RI, pengaruhnya tetap kuat dan menjadi teladan bagi generasi muda di Sumatera Barat bahkan seluruh Indonesia. (fwi)

