Site icon rakyatsumbar.id

DPRD Soroti Kasus Bullying di Padang: Fenomena Gunung Es yang Bisa Meledak Kapan Saja 

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye

Padang, rakyatsumbar.id – Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, angkat bicara terkait kasus bullying yang mencuat di salah satu sekolah di Kota Padang. Ia menilai, kasus yang terungkap ke publik saat ini kemungkinan hanya sebagian kecil dari fenomena yang sebenarnya terjadi.

“Ini yang terbuka ke permukaan. Bukan tidak mungkin hal-hal seperti ini banyak terjadi, tapi kita tidak tahu,” ujarnya, Senin (13/04/2024).

Mastilizal mengungkapkan, praktik perundungan di lingkungan sekolah bukan hal baru dan bahkan kerap berujung pada kondisi serius hingga korban harus dirawat di rumah sakit. Ia menekankan pentingnya peran guru dalam melakukan pengawasan ketat di sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menurutnya, pendidikan karakter sejatinya dimulai dari rumah. Orang tua memiliki peran besar dalam menanamkan nilai etika, empati, dan sikap saling menghargai kepada anak. Ketika kasus bullying terjadi, baik orang tua pelaku maupun korban perlu dilibatkan untuk mencari solusi bersama.

“Anak-anak tidak hanya berada di sekolah, tapi juga di lingkungan rumah. Maka orang tua harus aktif mendekatkan diri dan memberikan edukasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa bullying tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga bisa meluas ke lingkungan luar. Jika tidak ditangani serius, fenomena ini berpotensi menjadi “gunung es” yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menimbulkan dampak lebih besar.

Untuk itu, ia mendorong semua pihak, mulai dari Pemerintah Kota Padang, pemerintah provinsi, hingga orang tua, untuk mengambil langkah antisipatif.

Selain itu, Mastilizal mengimbau para siswa agar tidak ragu melaporkan jika menjadi korban perundungan. Komunikasi terbuka antara anak, orang tua, dan guru dinilai sebagai kunci utama dalam mencegah serta menangani kasus bullying.

“Kita tidak boleh main hakim sendiri terhadap pelaku. Yang dibutuhkan adalah komunikasi yang lebih baik antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah,” tutupnya. (edg)

Exit mobile version