Padang, rakyatsumbar.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar menggelar DAUN Ramadan Festival, di halaman kantor setempat, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang, Minggu, (8/2) pagi.
“Kegiatan ini pada intinya adalah kami mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram, kepada wartawan saat kegiatan berlangsung.
Ia melanjutkan, dalam program Dari nagari Untuk Negeri (DAUN) Ramadan Festival tersebut banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan menjelang Idulfitri tahun ini.
“Ada berbagai kegiatan seperti lomba memasak nasi goreng beras pulen. Kami ini menunjukan bahwa nasi pulen pun cukup enak untuk dikonsumsi oleh saudara saudara kita di Sumbar ini,” sebut Majid.
Menurut Majid, lomba masak nasi goreng dengan beras pulen ini untuk mengingatkan kepada masyarakat di Sumbar bahwa harga beras sedang tinggi.
“Sehingga kalau bisa mengonsumsi beras yang lebih murah. Kami mengadakan lomba masak nasi goreng pulen bersumber dari beras pulen, yang harganya lebih terjangkau dibandingkan harga beras lokal di Sumbar,” ucapnya.
Selain itu, sambung Majid, juga ada Program Sekolah Lapang. Prorgam ini untuk mengedukasi dan melatih para petani dan masyarakat UMKM yang terdampak bencana alam.
“Nanti Program Sekolah Lapang di Solok, melatih UKM, petani terdampak bencana untuk bisa bangkit kembali, bercocok tanam kembali. Kami juga sudah melakukan Program Sekolah Lapang juga di Kabupaten Agam dan Tanahdatar,” bebernya.
Ia menambahkan, program ini juga akan memberikan pelatih kepada juru sembelih hewan, seperti ungga, sapi, dan kambing untuk mendapatkan serfifikat halal.
“Makanya minggu depan kami akan melatih sekitar 20 orang lebih agar mereka memiliki kemampuan untuk memotong secara halal,” beber Majid.
Ia mengatakan program lainnya adalah kerja sama wakaf produktif dengan tanam pohon bersama pondok pesantren. Selain menjaga lingkungan juga bersedia berwakaf.
“Progam lainnya termasuk pada bulan Ramadan seperti penukaran uang, operasi pasar terhadap beberapa komoditas yang berpotensi harganya naik selama Ramadan,” ulasnya. (byr)

