Padang, rakyatsumbar.id — Program Pesantren Ramadan yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Padang dinilai mulai kehilangan daya dorong terhadap pembentukan moral dan karakter siswa.
DPRD Kota Padang meminta evaluasi menyeluruh agar program yang didanai APBD tersebut kembali memberi dampak nyata.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar mengatakan, pada awal pelaksanaannya Pesantren Ramadhan memberikan pengaruh positif bagi peserta didik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, dampak tersebut dinilai tidak lagi signifikan.
“Di tahun-tahun awal dampaknya cukup baik, tetapi belakangan kurang greget. Salah satu penyebabnya karena Pesantren Ramadhan tidak lagi dikaitkan dengan penilaian di sekolah. Ketika kebijakan itu dihentikan, semangat anak-anak ikut menurun,” kata Iskandar, Selasa (03/02/2026).
Menurutnya, sebagai program yang menggunakan anggaran daerah, Pesantren Ramadhan harus mampu memberikan hasil yang terukur, terutama dalam penguatan nilai keagamaan dan moral peserta didik. Ia menilai program tersebut dapat disinergikan dengan Smart Surau yang saat ini juga dijalankan Pemko Padang.
“Pesantren Ramadan seharusnya menjadi solusi pembelajaran selama bulan Ramadhan, saat sekolah formal tidak berjalan, sekaligus memperluas wawasan keagamaan anak-anak,” ujarnya.
Iskandar menegaskan, penguatan pendidikan karakter menjadi penting mengingat masih maraknya persoalan sosial yang melibatkan pelajar di Kota Padang.
“Jika hanya mengandalkan pendidikan formal, tentu belum cukup. Kita masih dihadapkan pada persoalan tawuran pelajar, narkoba, dan berbagai perilaku menyimpang lainnya,” tuturnya.
Selain itu, ia menyoroti pengelolaan sertifikat Pesantren Ramadan yang dinilai tidak optimal. Banyak sertifikat tidak dimanfaatkan karena tidak lagi menjadi syarat administrasi di sekolah.
“Dulu sertifikat menjadi bukti keikutsertaan dan berpengaruh pada nilai agama. Sekarang banyak yang menumpuk di masjid. Bahkan ada peserta yang tidak hadir, tetapi tetap tercatat. Ini perlu dibenahi,” katanya.
DPRD Kota Padang juga mendorong agar materi mitigasi bencana dimasukkan dalam Pesantren Ramadan tahun ini, mengingat Padang merupakan daerah rawan bencana.
“Edukasi mitigasi bencana penting diberikan sejak dini agar anak-anak lebih siap menghadapi potensi bencana,” pungkasnya. (edg)

