Oleh: Mulia Mitra Hadi
Pengamat Sosial
Pulang dan Membangun: Menyala dalam Ketulusan di Tanah Sendiri. Ada kerinduan yang tak pernah padam di dada seorang anak nagari: melihat tanah kelahirannya berdenyut hidup, bermartabat dan membanggakan.
Di Jalan Baru Tanjuang, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padangpanjang Timur, Padangpanjang, Sumatera Barat, bisikan rindu itu mewujud nyata.
Riki tidak sedang sekadar mendirikan deretan tiang baja atau membentang rumput sintetis; ia sedang menanam harapan dan rasa cinta yang mendalam pada Padangpanjang.
Dari ketulusan niat dan peluh kerja kerasnya, lahirlah sebuah ruang hangat tempat warga bersua: Nagura Cafe, Dbox Arena dan Dbox Play Arena.
Tempat ini tidak pernah dirancang hanya sebagai wadah bisnis, melainkan sebuah oase kehidupan. Di sinilah tawa polos anak-anak pecah di area bermain, riuh semangat para pemuda membahana di lapangan mini soccer dan hangatnya silaturahmi keluarga terjalin di sudut-sudut kafe.
Seketika, Padangpanjang yang dingin nan tenang kembali memiliki daya pikat—merangkul tumpah ruah pengunjung, dari tetangga setempat hingga pelancong dari berbagai pelosok Sumatera Barat dan daerah lainnya.
Denyut Ekonomi yang Kembali Bernapas
Sebelum ruang ini bernapas, sudut Ganting hanyalah lintasan sepi yang dihiasi angin malam. Kini, hadirnya kawasan ini menjadi penyambung harapan bagi banyak tangan dan keluarga:
Sinergi UMKM Lokal: Warung-warung kecil dan pedagang di sekitar kembali menemukan napas baru. Riuh lalu lalang pengunjung menjadi penopang rezeki harian yang nyata bagi dapur warga setempat.
Pemberdayaan Pemuda: Pengelolaan area parkir diserahkan sepenuhnya kepada pemuda tempatan. Lowongan pekerjaan juga diprioritaskan , Ini bukan sekadar urusan retribusi, melainkan panggung pengabdian, penumbuhan rasa memiliki, dan lapangan kerja mandiri agar anak-anak muda tetap berdaya di rumah sendiri.
Destinasi Wisata Kota: Padangpanjang perlahan mengukuhkan diri bukan lagi sekadar kota perlintasan yang sepintas lalu, melainkan pusat destinasi rekreasi, olahraga, dan kuliner keluarga yang diperhitungkan.
Membangun kampung halaman tidak pernah cukup hanya dengan wacana di atas kertas. Harus ada keberanian untuk memulai, membuka ruang kerja, dan membagi rezeki kepada sesama.
Murni Ketulusan, Bebas dari Intrik dan Politik
Namun, jalan niat baik jarang sekali lurus tanpa ujian. Di balik hangatnya tawa pengunjung, berembus narasi yang seolah menempatkan ikhtiar ini dalam posisi membelakangi aturan. Lembaran Surat Peringatan (SP) dan sorotan tata ruang kini menghadirkan dilema yang cukup menyayat hati.
Di tengah riak gelombang ini, ada satu hal yang perlu ditegaskan dari kedalaman nurani: Langkah ini murni ikhtiar seorang anak nagari untuk membangun kampungnya, jauh dari muatan politik, bebas dari agenda terselubung dan tak ingin disusupi oleh intrik kepentingan mana pun. Tidak ada sedikit pun maksud untuk melawan pemerintah atau mengabaikan hukum.
Proses perizinan—seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta penyesuaian pola tata ruang—terus diperjuangkan secara terbuka, kooperatif, dan santun. Riki dan pengelola tidak hadir untuk mengetuk pintu perselisihan, melainkan memohon keteladanan, pembinaan, dan jalan keluar yang bijak dari Pemerintah Kota Padangpanjang.
Diperlukan dialog yang konstruktif dan panduan yang jelas agar investasi lokal yang telah menghidupkan puluhan perut warga ini tidak mati sebelum mekar sempurna.
Merawat Harapan, Jangan Padamkan Cahaya
Membangun nagari adalah seni merangkai ketertiban hukum dan kesejahteraan rakyat. Jika ada simpul administrasi yang belum terurai, biarlah ia diselesaikan melalui ruang dialog yang dingin, jernih dan transparan—bukan dengan prasangka yang memperkeruh suasana.
Bagi Riki, Nagura Cafe dan Dbox Arena adalah wujud cinta yang paling jujur untuk Padang Panjang. Sebuah ketulusan putra daerah yang hanya ingin melihat kampung halamannya berdiri tegak dan dihargai banyak orang.
Jangan biarkan cahaya ekonomi yang baru menyala ini padam oleh dinginnya tembok regulasi yang kaku. Sebab di balik setiap meja yang terisi dan lapangan yang terpakai, ada senyum warga dan harapan anak nagari yang sedang diperjuangkan. (*)

