Padang, Rakyat Sumbar – Potensi besar energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera Barat kembali menjadi sorotan dalam Forum Ekonomi Sumatera Barat yang digelar oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bersama PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat di The ZHM Premiere Padang, Rabu (6/5). Forum ini mengangkat tema “Tantangan dan Peluang Sektor Ketenagalistrikan Pasca Bencana Hidrometeorologi”.
Wakil Ketua Umum IV MKI Pusat bidang Stakeholder Management dan Komunikasi, Andri Doni, menegaskan bahwa Sumbar memiliki kekayaan energi terbarukan yang menjadi perhatian nasional.
“Pada saat ini pemerintah pusat punya rencana untuk membangun jaringan listrik dari sumber energi baru terbarukan dari Sumatera ke Jawa. Karena kebutuhan energi listrik di Jawa sangat tinggi, apalagi potensi energi baru terbarukan sangat terbatas di Jawa,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Sumatera Barat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini peluang di Sumbar, tapi bagaimana pemerintah bisa menaikan ekonomi dari 3 persen menjadi 5 persen dengan energi baru terbarukan ini,” tambahnya.
Meski demikian, Andri Doni mengingatkan bahwa surplus energi listrik yang ada saat ini belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini disebabkan minimnya sektor industri di daerah. Ia juga menyoroti potensi biomassa yang dinilai mampu mendorong pengembangan agroindustri.
“Bio massa sangat bermanfaat apalagi kita punya lahan pertanian yang luas. Tentu akan mendorong agroindustri, apalagi kita punya kampus-kampus yang berkualitas di Sumatera,” katanya.
Terkait pengelolaan sampah, Andri Doni menegaskan bahwa produksi listrik bukanlah tujuan utama.
“Produksi listrik dari sampah hanya sampingan. Pemerintah daerah harus bisa mengelola sampah, bukan industri di sektor listrik yang menangani sampah, apalagi PLN dipaksa untuk membeli listriknya,” tegasnya.
“Sampah itu masalah perkotaan, jika pemerintah daerah bisa memproduksi listrik dari sampah tersebut, tentu PLN mau membelinya dengan harga pasar, bukan dengan harga yang dipaksakan,” lanjutnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, menyampaikan bahwa pihaknya terus menerima berbagai masukan dari pemerintah dan kalangan akademisi terkait transformasi energi di Sumbar.
“Kita berharap potensi-potensi kelistrikan di wilayah Sumatera Barat bisa dimaksimalkan isu transisi energi, semoga energi yang ada ini dapat mengangkat ekonomi di wilayah Sumbar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ajrun juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile, sekaligus mengikuti program undian berhadiah yang kembali digelar PLN.
“Kegiatan ini pernah kita adakan pada 2019 dan 2020 dan berdampak sukses. Kita akan mengulangi kembali pada Mei 2026 hingga 15 Desember 2026, dan diundi pada akhir Januari dan hadiah akan diberikan pada awal Januari 2027,” tutupnya.
Forum Ekonomi Sumatera Barat tersebut menghadirkan beberapa orang narasumber seperti Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Barat, Luhur Budianda, Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sumbar Erick Kurniawan, ST. MT serta Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) yang juga di akademisi Universitas Andalas (UNAND) Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng.
Forum ini menegaskan bahwa sektor ketenagalistrikan tak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan. (edg)

