Site icon rakyatsumbar.id

Delapan Tahun Menanti, Porprov XVI Sumbar Kembali Ditabuh Malam Ini

Padang, Rakyat Sumbar—Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Setelah terakhir digelar pada 2018, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat akhirnya kembali ditabuh.

Porprov XVI Sumbar 2026 resmi dibuka malam ini, Jumat (2/10/2026), di halaman Istana Gubernur Sumbar, Padang. Sebanyak 19 kontingen kabupaten dan kota dipastikan ambil bagian dalam pesta olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut.

Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama perwakilan KONI Pusat dijadwalkan membuka Porprov XVI. Mengusung tema “Sumbar Hebat, Olahraga Juara!”, pembukaan menjadi penanda kembalinya kompetisi olahraga antardaerah setelah delapan tahun vakum.

Bukan sekadar seremoni. Kembalinya Porprov menjadi momentum bagi atlet, pelatih, ofisial, pengurus cabang olahraga dan pemerintah daerah untuk kembali membangun atmosfer kompetisi olahraga secara resmi di tingkat provinsi.

19 Kontingen Siap Berdefile

Pembukaan Porprov XVI akan diawali dengan defile 19 kontingen kabupaten dan kota. Para atlet dan ofisial akan memasuki lokasi acara dengan iringan marching band.

Sejumlah agenda utama juga telah disiapkan. Mulai pengibaran bendera, penyerahan piala bergilir hingga penyalaan api Porprov.

Penyalaan api Porprov menjadi salah satu prosesi penting malam pembukaan. Prosesi tersebut melibatkan atlet berprestasi dan dilanjutkan penabuhan gandang tasa oleh unsur Forkopimda bersama pimpinan KONI Sumbar.

Rangkaian tersebut tertuang dalam undangan resmi Nomor 047/U/K-SB/PB.PORPROV/IX/2026 yang ditandatangani Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman dan Sekretaris Zulfadhli Muchtar.

Kehadiran 19 kontingen bukan sekadar melengkapi seremoni pembukaan. Masing-masing membawa nama daerah, hasil pembinaan atlet, serta target prestasi yang akan dipertarungkan secara sportif selama Porprov berlangsung.

Hamdanus: Persiapan Sudah Matang

Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus memastikan persiapan Porprov XVI, termasuk pembukaan, telah dilakukan. Persiapan mencakup kontingen, perlengkapan, pertandingan hingga rangkaian seremoni.

Sebelum api Porprov tiba di Kota Padang, kirab api telah melewati sejumlah daerah. Perjalanan dimulai dari Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, kemudian melintasi Padang Pariaman hingga akhirnya tiba di Kota Padang.

“Secara umum kita sudah siap untuk pembukaan besok malam. Satu tahapan jelang pembukaan telah dilalui, yakni Kirab Api Porprov dari Nagari Pariangan. Kemudian semalam Padang Pariaman dan saat ini Api Porprov sudah di Padang,” ujar Hamdanus saat didampingi Ketua PB Porprov Editiawarman.

Kirab api menjadi bagian dari rangkaian penyambutan Porprov XVI sekaligus simbol keterlibatan daerah-daerah dalam pesta olahraga Sumatera Barat.

Diikuti 8.794 Atlet

Berdasarkan data pendaftaran melalui aplikasi Sirimau KONI Sumbar, Porprov XVI 2026 diikuti 19 kontingen kabupaten dan kota.

Para kontingen akan bertanding pada 53 cabang olahraga (cabor). Total terdapat 8.794 atlet yang terdaftar.

Selain itu, tercatat 22.670 pendaftaran nomor pertandingan, dengan 8.072 nomor diikuti atlet. Sementara jumlah ofisial mencapai 2.255 orang.

Penyelenggaraan pertandingan tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sumatera Barat sebagai tuan rumah bersama.

Angka tersebut menggambarkan besarnya skala Porprov XVI. Setelah delapan tahun tanpa kompetisi olahraga provinsi, ribuan atlet kembali mendapatkan panggung untuk menguji hasil latihan dan pembinaan yang selama ini dijalani di daerah masing-masing.

Bukan Sekadar Berebut Medali

Porprov XVI bukan hanya soal siapa yang berdiri paling tinggi di podium.

Ajang ini menjadi ruang evaluasi pembinaan olahraga kabupaten dan kota, sekaligus kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan dalam kompetisi resmi tingkat provinsi.

Di tengah persaingan merebut medali, semangat sportivitas dan persaudaraan antardaerah tetap menjadi bagian penting dari penyelenggaraan.

Setelah delapan tahun menunggu, panggung olahraga Sumatera Barat kembali menyala.

Dari halaman Istana Gubernur malam ini, Porprov XVI resmi dimulai. Atlet dari 19 kabupaten dan kota kembali bertemu, bertanding, dan membawa nama daerah masing-masing dalam satu panggung olahraga Ranah Minang. (*)

Exit mobile version