Muara Labuh, rakyatsumbar.id–Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok Selatan sebagai mitra strategis dan mitra kritis pemerintah daerah Kabupaten Solok Selatan memiliki peran aktif dalam upaya peningkatan kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan, serta keselamatan guru dan murid untuk pendidikan bermutu bagi semua, hal itu di utarakan oleh ketua PGRI Kabupaten Solok Selatan Asbandi, S.Pd, M.Pd. Jum’at (18/09/2026).
Asbandi menjelaskan, awal mulai munculnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan baik kiriman atau pun berasal dari Solok Selatan.
“Kami, PGRI selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk dari bencana tersebut, termasuk mempersiapkan Proses Belajar Mengajardengan kebijakan pembelajaran jarak jauh termasuk daring,” kata Asbandi.
Disampaikannya, guru-guru kita sudah mempersiapkan diri dengan penguasaan teknologi dan digitalisasi pendidikan sejak lama, tujuannya untuk menghadapi situasi seperti sekarang.
Guru dan tenaga kependidikan beserta murid lebih banyak beraktivitas di dalam rumah atau ruangan, agar terhindar dari paparan langsung kabut asap dengan kategori tidak sehat tersebut, namun pembelajaran harus tetap terjamin kualitasnya, sehingga lost learning akibat bencana Covid-19 tidak terulang lagi.
Menghadapi kebencanaan yang disebabkan alam atau pun kelalaian manusia, PGRI Kabupaten Solok Selatan sejak Januari 2026 telah bergabung dan aktif dalam Solidaritas Guru Tanggap Bencana atau disebut SIGAP PGRI.
Awal terbentuk ketika pasca banjir bandang Aceh dan Sumatera pada Januari 2026 lalu, waktu itu pengurus PGRI Solok Selatan ikut andil menyalurkan bantuan bersama PB PGRI di Kota Padang selama 2 hari kegiatan dengan donasi milyaran rupiah.
Ketika bencana kabut asap yang terjadi seperti saat ini, SIGAP PGRI Solok Selatan aktif meningkatkan solidaritas dan kepedulian serta siap memberikan bantuan yang terkait dengan peran PGRI bagi masyarakat banyak
Bentuk dukungan kepada pemerintah daerah dalam memilih kebijakan yg tepat untuk pendidikan seperti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah sangat tepat demi kesehatan dan keselamatan warga sekolah dijadikan prioritas.
“PGRI siap berperan aktif berkolaborasi dengan dinas terkait, baik bantuan moril maupun materiil yang dibutuhkankan dari anggota PGRI, karena Bupati dan Wakil Bupati merupakan Dewan Pembina PGRI Kabupaten Solok Selatan yang selalu kita sukseskan bersama seluruh program-programnya,” terang Asbandi.
Dikatakan Asbandi, bantuan masker meskipun sudah tersedia di gudang layanan kesehatan, namun penyaluran masker tersebut bagi seluruh warga sekolah masih terkendala, sehingga dari PGRI bersama K3S Kecamatan Sungai Pagu mengambil inisiatif membantu penyaluran ke sekolah-sekolah terutama seluruh SD yang terdapat di Kecamatan Sungai Pagu.
Alhamdulillah sudah termanfaatkan oleh guru dan tenaga kependidikan yang masing-masing mendapat 10 masker, sedangkan murid-murid kita mendapatkan 5 masker. perolehan tersebut diperkirakan 5 hari kedepan bencana ini berhenti dan udara kembali bersih.
“Apabila keadaan semakin buruk, pengurus PGRI Kabupaten Solok Selatan akan mempersiapkan juga batuan dari donasi seluruh anggota PGRI Solok Selatan melalui SIGAP PGRI Solok Selatan. Semoga donasi dari PGRI Solok Selatan tidak terwujud, karena yang kita mohonkan kepada Allah SWT adalah bencana ini segera berakhir,” tutup Asbandi. (juf)

