Padang, Rakyat Sumbar – PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta untuk korban bencana di Sumatera Barat melalui Universitas Andalas (Unand). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BTN terhadap mahasiswa dan masyarakat yang terdampak bencana di Kota Padang dan sekitarnya.
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan pihaknya sangat prihatin melihat kondisi pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar. BTN, katanya, ingin turut meringankan beban masyarakat, terutama mahasiswa Unand.
“Kami ingin berkontribusi membantu mahasiswa Unand yang terkena musibah serta masyarakat di sekitar kampus,” ujar Hermita.
Selain melalui Unand, BTN juga menyalurkan bantuan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, dan Universitas Negeri Padang (UNP).
“Totalnya kita salurkan bantuan Rp2 miliar untuk penanganan bencana di Sumbar,” jelasnya.
Hermita menambahkan, BTN tidak hanya menyalurkan bantuan uang tunai, tetapi juga sembako dan kebutuhan darurat lainnya.
“Di mobil kami juga tersedia bantuan tambahan. Jadi selain bantuan ke Unand, kami membawa kebutuhan pokok seperti beras, makanan, dan roti untuk warga yang kesulitan mendapatkannya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada para penyintas bencana.
“Harapan kami, bantuan ini dapat disalurkan tidak hanya kepada mahasiswa yang terdampak, tetapi juga masyarakat di sekitar kampus. Kami benar-benar peduli terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah,” katanya.
Wakil Rektor IV Unand, Henmaidi, menyampaikan bahwa bantuan dari BTN akan segera disalurkan kepada mahasiswa dan warga sekitar yang menjadi korban. Bantuan berupa kebutuhan mendesak seperti bahan makanan dan perlengkapan harian akan diprioritaskan.
Menurut Henmaidi, pendataan korban di lingkungan kampus masih berlangsung. Untuk dosen dan tenaga kependidikan saja, sudah lebih dari 100 orang tercatat terdampak.
“Ada tiga kategori kerusakan: rusak berat hingga rumah hilang, rusak sedang, dan rusak ringan,” terang Henmaidi, didampingi Sekretaris Universitas Aidinil Zetra.
Dari kalangan mahasiswa, sekitar 300 orang juga terdampak bencana. Sebagian tinggal di kos-kosan yang rusak, sebagian lagi keluarganya menjadi korban di kampung.
“Walaupun kejadiannya menimpa keluarga mereka di kampung, karena mereka kuliah di sini, tetap menjadi tanggung jawab kami untuk memperhatikan kondisi mereka,” ujarnya.
Untuk membantu mahasiswa yang kehilangan tempat tinggal atau membutuhkan ruang aman sementara, Unand telah membuka posko khusus. Kampus juga menyediakan fasilitas tempat tinggal gratis selama satu bulan di asrama mahasiswa.(mul)

